Bingung Kode Oli Mesin Motor? Begini Cara Membacanya!

Bingung Kode Oli Mesin Motor? Begini Cara Membacanya!

Sudah bisa dipastikan setiap mesin motor memiliki karakteristik sendiri. Enggak heran kalau oli pun harus disesuaikan. Di pasaran dijual banyak sekali jenis oli, termasuk dari merek, harga, dan tingkat visikositas yang berbeda-beda. "Nah, tingkat kekentalan atau visikositas oli ini penting untuk diperhatikan karena setiap mesin berbeda-beda kebutuhannya," bilang David Tandjung, selaku Manajer Toko Toda Oil, Gading Serpong, Tangerang.
 
Katanya lagi, sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui kekentalan pelumas yaitu dengan membaca kode yang tertera pada botol kemasan. "Pada botol kemasan oli pelumas tertulis SAE atau Society of Automotif Engineers yaitu standar tingkat kekentalan sebuah oli pelumas pada suhu tertentu," jelas David.
Tentang oli
Lanjutnya, di belakang SAE diikuti dengan kode seperti SAE 5W-40. "Kode 5W (winter, red) tersebut berarti pada suhu terendah oli tingkat kekentalanya 5 sedangkan pada suhu maksimum (panas) tingkat keekntalan oli adalah 40." jelasnya.
 
Pria ramah ini memberikan ilustrasi lagi, untuk 15W-50 yang berarti pada suhu terendah oli tingkat kekentalan 15 dan pada suhu maksimum tingkat kekentalan oli sebesar 50.

Sekadar catatan, untuk sepeda motor yang sudah termakan usia, semisal tahun 2000an membutuhkan oli dengan visikositas tinggi seperti SAE 20W-50. "Sementara untuk motor-motor jenis baru membutuhkan oli pelumas dengan viskositas rendah yang artinya pelumas yang lebih encer. Untuk motor-motor baru, bisa menggunakan oli dengan SAE 10W-40 atau 5W-40. Jika dipaksakan menggunakan oli yang kental, imbasnya mesin menjadi berat," ujar David.

Berikutnya pada botol kemasan oli, selain SAE, pada oli pelumas merek tertentu juga menggunakan kode 1L yang artinya kemasan tersebut sebanyak 1 liter dan umumnya sesuai dengan motor-motor jenis bebek, skutik, atau sport dengan kapasitas mesin kecil.
 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id