Freddy Soemitro Jelajahi Indonesia hingga Timor Leste di Usia 60 Tahun!

Freddy Soemitro Jelajahi Indonesia hingga Timor Leste di Usia 60 Tahun!

Angka 60 tahun bagi banyak orang bukan lagi usia yang cocok untuk bertualang keliling Indonesia naik motor. Namun hal beda dilakukan oleh rider senior, Freddy Soemitro, yang berhasil menguji kekuatan fisiknya dengan melakukan riding adventure di usianya yang kini sudah menginjak lebih dari 60 tahun.

Freddy dan rekan sesama penyuka riding, mewujudkan rencana melakukan riding adventure mengarungi nusantara dengan mengendarai motor klasik, Royal Enfield Classic 500. Kali ini tema riding yang digagas adalah “Ride into the Sunrise” dengan rute perjalanan yang cukup menantang, yaitu dari Cikampek ke Timor Leste.

Freddy memulai perjalanan dari Cikampek menuju Solo dengan total jarak sekitar 500 kilometer. Melewati jalur Pantura, ke arah Semarang sampai akhirnya tiba dan bermalam di kota Solo. Di hari ke-2, perjalanan dilanjutkan menuju Malang melalui medan-medan tanjakkan dari wilayah Madiun, Kertosono, Pare, sampai ke Batu.

“Selama perjalanan ini, kondisi motor Royal Enfield terbilang cukup kuat dan aman, tidak ada 1 baut pun yang kendur padahal medan yang dilewati cukup ekstrim” jelas Freddy.

Di hari berikutnya, perjalanan dilanjutkan hingga ke Denpasar, Bali hingga ke Mataram, Lombok. Perjalanan dari Denpasar ke Mataram ditempuh selama kurang lebih 4 jam. Di Lombok, Freddy diundang oleh Komunitas Royal Enfield yang akrab dikenal dengan “The Green Team” untuk menghabiskan malam bersama, mengobrol santai seputar kegiatan komunitas motor di sekitar Bali dan Lombok.

Sesampainya di Maumere pada tengah malam, Freddy beristirahat dan keesokan paginya melanjutkan perjalanan ke Larantuka. Pada pukul 10 pagi, Freddy mengirimkan motor ke Kupang dengan menggunakan Kapal Ferry karena harus menyeberangi lautan yang pelayarannya memakan waktu sekitar 18 jam. Selama di Kupang, Freddy bertemu dengan teman-teman sesama pencinta motor, dari Asosiasi Bikers Kupang (ASBAK).

Perjalanan pun kembali dilanjutkan menuju Atambua dengan melewati jalan nasional sepanjang 270 kilometer melintasi jalan perbukitan berkelok yang sangat menantang. Di sekeliling tampak pemandangan unik berupa rumah-rumah adat khas budaya Nusa Tenggara Timur (NTT), namun penerangan jalan yang cukup minim menjelang malam hari membuat riders harus ekstra hati-hati.

“Motor Royal Enfield Classic 500 yang dikendarai juga menjadi salah satu faktor keberhasilan perjalanan saya kali ini. Dengan performa mesin dan ketahanannya yang baik, motor ini sangat handal. Saya dapat memacu kecepatan hingga top speed 120 kilometer per jam dengan manuver yang masih terasa ringan dan nyaman. Perjalanan dengan total jarak 5,800 kilometer ini merupakan salah satu pengalaman riding yang tidak terlupakan bagi saya.” tutup Freddy.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id