Motor Injeksi Juga Perlu Perawatan, Begini Caranya!

Motor Injeksi Juga Perlu Perawatan, Begini Caranya!

Saat ini motor yang mengadopsi sistem pembakaran injeksi sudah terbilang banyak, termasuk skutik, bebek underbone hingga hyperunderbone. Pun begitu, jangan mengabaikan perawatan mesin injeksi lantaran sejumlah komponen mesin bisa tergerus usia pemakaian.

Nah, kali ini Otorider.com akan memberikan beberapa tips perawatan motor injeksi yang simple agar jeroan mesin tetap terjaga dan tidak menjadi kendala saat dipakai berkendara. “Sebaiknya motor yang sudah mengadopsi sistem pembakaran injeksi menggunakan bahan bakar beroktan 90 ke atas," jelas Abdul Azis Muslim, Kepala Mekanik Yamaha DDS Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Lanjutnya, bahan bakar beroktan di atas 90 akan menyempurnakan pembakaran di dalam mesin. "Jika menggunakan oktan di bawah 90 akan menimbulkan kerak pada sistim injeksi yang bisa menyebabkan kerusakan pada komponen mesin," bilangnya.

Pria ini mewanti-wanti jangan lupa perhatikan kondisi aki lantaran motor dengan teknologi injeksi masih bergantung pada aki atau baterai sebagai awal menghidupkan mesin. "Kemudian perhatikan pergantian oli mesin," jelasnya lagi.

Sebaiknya oli mesin diganti sesuai anjuran pabrikan motor terkait dan sesuai spesifikasi untuk motor tersebut. "Jika telat mengganti oli, mesin motor akan cepat panas yang menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian mesin," bilang Abdul, sapaan akrabnya.

Nah berikutnya, Anda bisa meminta bantuan mekanik bengkel untuk memeriksa kondisi ECU (Electronic Control Unit) sebagai otak operasi kerja sistim injeksi. ECU sendiri merupakan alat kontrol elektronik yang berfungsi untuk mengontrol actuator pada mesin pembakaran dalam, seperti ignition dan injection. Secara singkat, ECU adalah otak dari suatu kendaraan yang sudah dikomputerisasi. Intinya jangan sampai ECU ini tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Hal sederhana lainnya yang masuk dalam perawatan motor injeksi adalah pengecekan busi. Peranti itu merupakan pematik api yang dibutuhkan dalam proses pembakaran pada mesin, jika terjadi masalah pada busi karena kurang menghasilkan api yang maksimal, sebaiknya segera diganti.

Abdul juga mengingatkan untuk tidak mengabaikan servis berkala sesuai anjuran buku servis atau setiap kelipatan jarak tempuh 3.000 km. "Sebaiknya lakukan servis motor dua bulan sekali. Namun, jika motor digunakan setiap hari, sebaiknya lakukan servis satu bulan sekali agar perfoma mesin terjaga dengan baik,” tutup Abdul.

 

 

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id