Skuter Listrik Gesits Siap Masuk Jalur Produksi

Skuter Listrik Gesits Siap Masuk Jalur Produksi

Sepeda Motor Listrik GESITS


Era kendaraan bermotor listrik sudah siap meramaikan pasar otomotif Indonesia. Salah satunya adalah GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) hasil joint venture antara PT. Wika Industri dan Konstruksi, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan PT. GESITS Technologies Indo (GTI) yang merupakan salah satu dari perusahaan Garansindo Group.

Bertempat di kawasan industri Wijaya Karya (WIKA) di Cileungsi, Bogor, penandatanganan kerjasama produksi sepeda motor listrik GESITS telah dilakukan hari ini (18/8). Proses ini dilakukan oleh Direktur Utama PT. WIKA Industri dan Konstruksi Fery Hendriyanto, rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, M. Sc. Es, dan Direktur Utama PT. GTI Harun Sjech, yang disaksikan oleh Menristek RI Prof. H. Mohamad Nasir dan CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdullah.

Sepeda Motor Listrik GESITS


"Kerjasama industrialisasi sepeda motor listrik GESITS adalah bentuk sumbangsih nyata dari PT. WIKA sebagai perusahaan yang berdedikasi penuh untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa," ujar Fery di sela acara. Ia juga menambahkan kalau PT. WIKA sudah menyiapkan fasilitas dan peralatan industri untuk mendukung produksi GESITS yang sempurna sesuai yang telah diciptakan oleh para pelajar Indonesia dalam negeri.

Sejarah sepeda motor listrik GESITS sepenuhnya dibuat dan dikembangkan oleh kelompok mahasiswa dan mahasiswi ITS di kampusnya di Surabaya, Jatim, yang didampingi oleh Garansindo Group yang sudah berpengalaman di bidang otomotif. Produk dengan inovasi tinggi ini dibangun melalui riset yang mendalam dengan mempertimbangkan manfaatnya sebagai kendaraan yang handal, selaras dengan kebutuhan dan perkembangan global yang termasuk didalamnya adalah program ramah lingkungan.

Dengan dukungan Kemenristekdikti, prototipe GESITS sudah dites jalan dengan performa ekstrim dari Jakarta sampai Bali. Bahkan proyek pengembangaN GESITS turut melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) untuk pembuatan komponen-komponen utama melalui program start-up seperti motor listrik, battery management system, paket baterai, sasis, dan bodi.

"Kerjasama ini menjadi momentum untuk menggerakkan seluruh elemen bangsa demi tercapainya produk kendaraan dalam negeri berbasis teknologi masa depan," tutur Joni Hermana. Muhammad Al Abdullah juga menambahkan, "Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 72 kita sudah mengawali langkah besar dalam perjalanan sejarah industri otomotif nasional untuk bersiap dalam menghadirkan kendaraan berteknologi masa depan," tegasnya.

Pabrik perakitan GESITS menempati salah satu bangunan seluas 2.400 m2 di kawasan industri terpadu PT. WIKA. Termasuk didalamnya adalah fasilitas penerimaan komponen, perakitan, dan pengujian akhir. Hasil produksinya akan ditampung didalam gudang seluas 1.400 m2. 

Kapasitas produksi pabrik 100.000 unit pertahun. Target produksi awal tahun depan di kuartal 1 adalah 50.000 unit, 25.000 unit diantaranya sudah dipesan oleh BUMN. Sampai akhir tahun 2018 diharapkan bisa memenuhi target, jadi tahun 2019 bisa 100 ribu unit. Dan tahun 2020 bisa ekspor ke negara-negara ASEAN.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id