Trend Modifikasi Cub (I), Enggak Ada Matinya!

Trend Modifikasi Cub (I), Enggak Ada Matinya!

Entah siapa yang memulai, wabah modifikasi motor berbasis mesin tidur, alias Cub selalu up to date. Bahkan cenderung on fire. Buktinya bisa Anda lihat pada beberapa modifikasi dengan bahan bebek jadul, macam Honda C70, Super Cub 700, atau lainnya. Nah modifikasi dengan bahan motor-motor begitu,  bisa dibilang enggak ada matinya bro.

Di daerah seputaran Jawa Tengah seperti Solo, Klaten, Boyolali, Sragen bahkan sampai Jawa Timur, bebek-bebek bengal ini sering etrlihat dan ada komunitasnya. hasil modifikasi, wah macam-macam. Monggo disimak, siapa tahu bisa menjadi rujukan modifikasi.
 

choppy cub

Chopper Rangka Custom

“Modifikasi motor bebek lama, enggak sebatas pasang aksesoris saja. Namun lebih dari itu. Bisa saja dengan membuat rangka atau frame custom. atau fokus pada aplikasi engine swap . Maksudnya mengganti dapur pacu dengan motor lain. Biar kencang, sebutannya bebek jahat,” urai Doel, modifikator dari Kwangen Auto Custom (KAC) di daerah Gemolong Sragen.

Satu karya Doel yang lumayan membuat geleng kepala, adalah Honda Astrea Grand 1994 yang dimodifikasi ala chopper custom rigid berwarna Hijau mirip batang bambu. Frame dibuat total baru. Frame bawaan hanya disisakan  dudukan mesin saja.

Komponen lain seperti tangki, jok berbahan plat dirancang ulang. Sokbreker depan dicustom. Tetap menganut model teleskopik namun di depannya ditambah model springer sebagai variasi.Sedangkan diburitan seolah rigid, sejatinya terpasang monosok bro.  Lumayan meredam guncangan.

Rada kekinian karena menganut pelek depan belakang monoblock. Kata Doel ini karena permintaan konsumennya.  

Choppy Cub

Beda lagi dengan Super Cub 700 keluaran 1982 yang dimodifikasi choppy cub berkelir Silver dengan paduan striping biru metalik Motor bebek milik Maximos C, seorang remaja siswa SMK di Solo ini juga mengedepankan unsur chopper simpel.  Namun bentuk bawaan Honda Super Cub sebagai basic motor enggan ditanggalkan.

Ini tampak adanya batang sisy bar di belakang.  Lalu mengaplikasi ban buritan gambot, Swallow Classic SB135 4.00-17 yang belakangan laris digunakan penyuka custom. Stang berbentuk huruh H kecil  namun tanpa bermain pada sudut rake centang di kaki depan.

“Karena motor ini saya pakai buat harian dan sekolah.Jadi masih butuh handling yang nyaman buat harian. Juga enggak dimodel rigid dibelakang. Masih butuh sokbreker deh,” kilah Maximos yang duduk di bangku SMK kelas 2, sebuah SMK di Solo. (otorider.com)

 

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id