Test Drive Django (2016)

 
Kelebihan
- Desain menarik - Banyak fitur canggih - Suspensi nyaman - Jok empuk dan lebar - Banyak pilihan warna
Kekurangan
- Tenaga kurang terutama putaran bawah - Ground clearance rendah - Kurang lincah saat macet
Kondisi Pengetesan
Waktu : 23-Oct-2015 01:05
Permukaan Jalan : Aspal
Cuaca : Cerah
Beban Penumpang : 65 Kg
Bahan Bakar : 50 %
Tekanan Ban Depan: psi
Tekanan Ban Belakang: psi
Suhu udara : 27 °C

Lahir di Avenue de la Grande Armee, Paris, Prancis, Peugeot Django hadir di Indonesia Pada Agustus tahun 2014 lalu. Tampilannya yang unik dan seksi, menganut desain retro-modern dengan buritan membulat. Disebut bahwa skuter yang hadir melalui jaringan PT Garansindo International Motors ini merupakan reinkarnasi dari Peugeot S57C, skuter yang pernah dirilis pada 1958 silam.

Bodi memanjang dan tampak ceper, dihiasi aksen krom hampir di seluruh bodi. Mata bulat bagai bola pingpong, dipadu lampu sein LED mungil dan seakan memadukan keindahan desain retro dengan kecanggihan teknologi.

Asyiknya, Django menawarkan posisi riding yang cukup nyaman. Reviewer Otorider yang punya postur tinggi hampir 180 cm dan berat 65 kg bisa menapakkan kaki secara sempurna ke aspal. Tangan pun bisa menjangkau setang secara nyaman, tidak perlu sampai berada pada posisi lurus untuk menjangkaunya. Ditambah jok empuk dan nyaman bikin impresi pertama tambah menggoda.

Sayangnya, tombol-tombol relatif sulit dijangkau dengan jari. Untungnya, saat memutar kunci ke posisi ON, panel indikator semi digital yang memberi infomasi cukup lengkap langsung mengundang senyuman. Selain spidometer dan odometer, ada tripmeter, fuelmeter, suhu udara, petunjuk tegangan aki serta pengingat waktu servis. Warna indikator pun terang sehingga mudah dilihat. Tambah komplet, lampu hazard hadir sebagai peranti standar.

Akomodasi pun maksimal dengan tersedianya dua konsol. Konsol kiri menjadi tempat lubang tangki bahan bakar, sedang yang kanan ada tempat penyimpanan serbaguna. Bisa menampung smartphone lengkap dengan socket  kelistrikan 12 V untuk charging. Selain itu, ada juga bagasi yang cukup lega di bawah jok yang bisa memuat helm half face. Sedang jok belakang Django tipe Sport ini terpisah. Tapi tenang bisa digonta-ganti, mau single seat atau ada juga aksesori jok pembonceng.

Di beberapa negara, Django dibekali mesin 125 cc. Namun Indonesia sama seperti pasar Inggris, tersedia mesin 150 cc. Saat tombol electric starter ditekan, suara halus langsung menyapa. Minim getaran, bahkan saat selongsong gas mulai diputar. Mesin ini cukup sederhana, SOHC tanpa radiator tapi sudah fuel injection yang meluapkan tenaga 11,1 dk.

Saat diajak berkeliling kota, sokbreaker depan model teleskopik depan dan monosok di belakang mampu meredam jalan bergelombang dengan halus. Sedikit berbeda dengan suspensi depan skuter Italia pesaingnya yang mengandalkan lengan ayun. Pelek ring 12 inci dengan lebar 3.50 inci di kedua roda, dibalut ban berukuran 120/70-12 bikin mantap saat melahap tikungan. Tapi sayang, saking cepernya, jarak  antara knalpot dan aspal sangat dekat. Perlu berhati-hati, rebah sedikit bisa ‘gesrot’.

Saat kondisi jalan sepi, selongsong gas pun perlahan namun makin dalam. Karakter tenaga Django termasuk halus, tidak langsung bisa berlari kencang. Efeknya, putaran bawah terasa kurang agresif. Tapi saat putaran tengah dan atas, tenaga mulai terasa. Pengukuran dengan Racelogic Performance Box, tercatat untuk jarak 201 meter, bisa ditempuh dalam waktu 13,4 detik. Lalu akselerasi 0 hingga 90 km/jam dalam 24,9 detik. Sayangnya, top speed tercatat tidak sampai 100 km/jam.

Secara keseluruhan, Django cukup nyaman untuk perjalanan jarak menengah dan jauh dengan kondisi lalu lintas yang cukup lengang. Terlebih, karakter suspensi yang lembut membuat tak membuat rider cepat lelah. Tapi jangan harapkan bisa agresif di tengah kemacetan, sebab entakan tenaga kurang lincah buat stop and go. 

Data Tes dan Spesifikasi Django (2016)

Untuk melihat data tes kami terhadap mobil ini, silakan pilih varian yang diinginkan:

SpesifikasiHarga
  • Mesin : 4-Tak, 150.60 cc
  • Transmisi : otomatis (CVT)
  • Sistem Bahan bakar : injeksi
Rp 39.900.000 Lihat Hasil Tes

Foto

Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django
Foto Peugeot Django

Mirip Pencarian Anda

Medley S 150 ABS

Medley S 150 ABS

Piaggio Medley S 150 ABS menjawab kebutuhan skuter matik premium perkotaan di Indonesia. Hadir pada semester awal 2016, skuter bermesin i-get 155,1 cc...

Aerox 125 LC

Aerox 125 LC

Yamaha Aerox 125 LC resmi diluncurkan dengan harga Rp 18,2 juta. Dengan mengusung tema sporty, skuter matik yang sangat baru ini siap merebut hat...

New Fino 125 Blue Core

New Fino 125 Blue Core

Yamaha akhirnya menyegarkan skuter matik bergaya retro andalannya, Fino. Perubahan terbesar ada pada sektor mesin yang kini kapasitasnya tak lagi 115 ...

TVS Dazz 110 DFI

TVS Dazz 110 DFI

TVS Dazz 110 DFi merupakan skutik kompak yang hadir menjadi penyempurna versi sebelumnya yang masih pakai karburator. Dengan harga yang tergolong mura...

Vario 150 eSP Exclusive

Vario 150 eSP Exclusive

Honda Vario 150 eSP hadir dengan dua varian Exclusive dan Sporty yang menjanjikan performa besar dan bertabur fitur. Nah, yang kami ulas kali ini adal...

Yamaha N Max ABS

Yamaha N Max ABS

Skuter matik berkapasitas mesin yang cukup besar memang masih jarang populasinya. Yamaha akhirnya menelurkan skutik gambot bermesin 150 cc, N Max seol...