Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Masih Nekat Lawan Arah? Ini Risiko dan Ancaman Pidananya

Dipublikasikan : Senin, 12 Januari 2026 07:01

Melawan arah saat berkendara bukan solusi cepat. Simak bahaya nyata, dampak kecelakaan, serta ancaman denda dan pidana penjara.

Pengendara motor lawan arah(Foto : Otorider)
Pengendara motor lawan arah(Foto : Otorider)

OTORIDER - Fenomena pengendara melawan arah masih kerap dijumpai di berbagai ruas jalan, baik di kawasan padat maupun permukiman. Alasan yang digunakan pun beragam, mulai dari ingin memangkas jarak tempuh, menghindari kemacetan, hingga merasa kondisi jalan sedang lengang. Namun di balik anggapan “praktis” tersebut, tersimpan risiko besar yang bisa berujung pada kecelakaan serius hingga kehilangan nyawa.

Perilaku melawan arah bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga menciptakan situasi berbahaya yang sulit diprediksi oleh pengguna jalan lain. Dalam hitungan detik, kesalahan kecil ini dapat berubah menjadi tragedi besar yang dampaknya dirasakan banyak pihak.

Dampak Fatal yang Sering Terjadi Akibat Lawan Arah

Berbagai studi dan catatan kecelakaan menunjukkan bahwa pelanggaran melawan arah memiliki konsekuensi serius. Berikut beberapa dampak yang paling sering terjadi:

1. Tabrakan frontal berkecepatan tinggi
Kecelakaan dari arah berlawanan cenderung menghasilkan benturan keras karena kecepatan kendaraan saling berlawanan, sehingga risiko fatalitas meningkat.

2. Cedera berat hingga kematian
Mulai dari patah tulang, cedera kepala, hingga trauma organ dalam yang dapat berujung pada kematian, terutama pada pengendara motor.

3. Kecelakaan beruntun
Pengendara lain sering melakukan pengereman mendadak atau membanting setir untuk menghindar, yang justru memicu tabrakan lanjutan.

4. Kerugian ekonomi jangka panjang
Biaya perawatan medis, perbaikan kendaraan, kehilangan penghasilan, hingga dampak ekonomi bagi keluarga korban menjadi beban yang tidak sedikit.

5. Dampak psikologis dan sosial
Korban dan keluarga dapat mengalami trauma berkepanjangan. Saksi mata pun tak jarang mengalami tekanan mental akibat kejadian yang disaksikan.

Sanksi Hukum Melawan Arah Tidak Bisa Dianggap Remeh

Selain membahayakan keselamatan, melawan arah juga merupakan pelanggaran hukum. Ketentuannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pengendara yang melawan arah dapat dikenai sanksi denda maksimal Rp500.000 atau pidana kurungan paling lama dua bulan sebagaimana tercantum dalam Pasal 287 Ayat 1. Sanksi ini bisa meningkat drastis apabila pelanggaran tersebut mengakibatkan kecelakaan.

Dalam kasus kelalaian yang menyebabkan kecelakaan berat, pelaku dapat dijerat pidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp10 juta sesuai Pasal 310 Ayat 4. Artinya, keputusan melawan arah bukan hanya soal pelanggaran kecil, tetapi berpotensi membawa konsekuensi hukum yang berat.

“Masih banyak pengendara yang menganggap melawan arah sebagai jalan pintas. Padahal, risikonya sangat besar dan bisa berakibat fatal. Keselamatan tidak bisa ditukar dengan penghematan waktu beberapa menit,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.

Lima Langkah Berkendara Aman Agar Terhindar dari Lawan Arah

Untuk mencegah kebiasaan berbahaya ini, pengendara perlu menerapkan langkah sederhana namun konsisten dalam keseharian. Upaya ini juga sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara #Cari_aman.

Berikut lima langkah penting yang bisa diterapkan:

  1. Susun rencana perjalanan dengan matang, termasuk memperhitungkan waktu tempuh dan potensi kemacetan.
  2. Patuhi rambu dan marka jalan, meski kondisi jalan terlihat sepi.
  3. Kendalikan emosi dan tingkatkan kesabaran, terutama saat menghadapi jalur memutar.
  4. Gunakan perlengkapan keselamatan standar, seperti helm dan pelindung tubuh.
  5. Hargai hak pengguna jalan lain, dengan tidak memaksakan kehendak di jalan raya.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, keselamatan berkendara berkaitan erat dengan etika dan tanggung jawab sosial. Jalan raya bukan milik individu, melainkan fasilitas publik yang menuntut kedisiplinan dan kesadaran kolektif.

“Dari banyak kejadian, pelanggaran lawan arah hampir selalu berakhir dengan kerugian besar. Jangan jadikan pelanggaran ini sebagai kebiasaan hanya demi memangkas jarak dan waktu,” tegas Agus Sani. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Update Harga Honda BeAT Januari 2026, Mulai Rp18,9 Jutaan

#2

Adu Bagasi Yamaha Gear Ultima vs Honda New Vario, Sama-sama Mesin 125 cc

#3

Harga Motor Listrik Polytron Januari 2026, Fox-200 Mulai Rp11 Jutaan

#4

Yamaha Aerox Januari 2026 Masih Stabil, Ini Daftar Harga Terbarunya

#5

Pilihan Varian Yamaha NMAX Turbo Januari 2026 Lengkap dengan Harga

Terbaru

Berita| 1 jam yang lalu

Bukan Gixxer, Suzuki GSX-250R 2026 yang Siap Lebih Bertenaga

Meski terkesan sebagai versi update GSX-250R yang sudah ada, pengembangan mesin ini bukan basis dari Suzuki Gixxer SF 250 yang sempat dijual di Indonesia.

Berita| 3 jam yang lalu

AHM Salurkan Layanan Servis Gratis dan Bantuan untuk 3.000 Lebih Korban Bencana di Sumatra

Program ini dilaksanakan sejak awal Desember 2025 hingga saat ini, sebagai upaya AHM dalam mendukung masyarakat menghadapi pemulihan pascabencana.

Sport| 17 jam yang lalu

Liberty Media Akan Beri Insetif Bagi Rider Non-Italia dan Spanyol

Liberty Media menawarkan €200.000 kepada tim mana pun yang merekrut pembalap non-Spanyol dan/atau Italia dan memenangkan Moto3.

Sport| 18 jam yang lalu

Tak Dibela Idemitsu, Diogo Moreira Akan Berlomba Dengan Oli Pro Honda LCR

Honda telah mengumumkan merek oli dan bahan kimia miliknya, Pro Honda akan menjadi sponsor utama tim LCR bagi Diogo Moreira.

Berita| 21 jam yang lalu

Update Harga Motor Underbone 150 cc Januari 2026

Memasuki Januari 2026, pabrikan Jepang masih menawarkan beberapa pilihan motor ayam jago bermesin 150 cc, baik yang benar-benar baru maupun sebatas penyegaran visual.

Beranda Trending Motor Listrik