Cerita Rachmat Alrasyid dan Upaya Mengembangkan Ekosistem Mini Moto Sport
Pria yang akrab disapa Acid tersebut mengembangkan motor balap Mini Moto Sport AP10 sebagai sarana pembinaan bagi pembalap usia 8 hingga 16 tahun.
OTORIDER – Nama Rachmat Alrasyid kembali menjadi sorotan di dunia balap nasional. Mantan pembalap yang aktif berkiprah pada era 1990-an hingga awal 2000-an itu kini fokus membangun jalur pembinaan pembalap muda melalui Alrasyid Indo Racing (AIRacing), yang berdiri sejak 2021.
Pria yang akrab disapa Acid tersebut mengembangkan motor balap Mini Moto Sport AP10 sebagai sarana pembinaan bagi pembalap usia 8 hingga 16 tahun.
Menurutnya, penggunaan motor sport berukuran mini dapat menjadi fondasi penting sebelum para pembalap naik ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui AIRacing, Acid berupaya mengisi celah dalam sistem pembinaan balap motor nasional dengan menghadirkan motor yang dirancang khusus untuk membiasakan pembalap muda menguasai karakter motor sport sejak dini.
"Kami sangat senang, mendukung penuh tentunya dan bangga, semoga bisa membantu bibit-bibit pembalap muda Indonesia bersaing di kancah balap motor internasional," ujar Rachmat Alrasyid.
Selain dikenal sebagai mantan pembalap nasional, Acid juga menjabat sebagai Ketua Exrider. Pengalaman panjang di lintasan balap menjadi modal utama dalam mengembangkan AP10 dan membangun ekosistem Mini Moto Sport di Indonesia.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan mantan pembalap nasional Rapid Poppy. Keduanya kemudian membentuk AIR OCK Racing Team yang menjadi wadah kompetisi sekaligus pengembangan talenta muda.
Menurut Acid, pembiasaan menggunakan motor sport mini akan mempermudah pembalap saat beralih ke motor dengan kapasitas mesin dan dimensi yang lebih besar.
AP10 Raih Double Winner di Motoprix Boyolali
Keunggulan AP10 langsung dibuktikan di lintasan. AIR OCK Racing Team menurunkan pembalap muda Samarotungga Kaligis dengan nomor start 77 pada Kejuaraan Nasional Motoprix 2026 Jawa Tengah Putaran 2 Region B yang berlangsung di Sirkuit Gokart Boyolali, 13-14 Juni 2026.
Pada race pertama kelas Mini Moto Sport 150 cc usia 9-12 tahun, Samarotungga berhasil meraih kemenangan dengan catatan waktu total 13 menit 49,181 detik. Ia juga mencetak best lap 58,494 detik.
Performa tersebut berlanjut pada race kedua. Pembalap muda itu kembali finis terdepan dengan waktu total 13 menit 59,129 detik sekaligus mencatatkan best lap 59,146 detik.
Hasil tersebut membuat AP10 menyapu kemenangan di dua balapan sekaligus dan menjadi bukti daya saing motor hasil pengembangan AIRacing.
Acid menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya soal meraih trofi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem Mini Moto Sport yang berkelanjutan di Indonesia.
"Bisa memajukan balap motor Indonesia khususnya di kelas mini sport bike atau Mini Moto Sport dari AIRacing bersama tim-tim balap di Indonesia," kata Rachmat Alrasyid.
Ke depan, AIRacing berkomitmen terus mengembangkan AP10 sekaligus memperluas pembinaan pembalap muda agar Indonesia memiliki lebih banyak talenta yang mampu bersaing di level internasional. (*)