Laporan Langsung : M Irfan, Putra Ketua MA Meninggal Dunia Saat Menjelajahi Afrika, Ini Kronologinya

Laporan Langsung : M Irfan, Putra Ketua MA Meninggal Dunia Saat Menjelajahi Afrika, Ini Kronologinya

Dunia otomotif Nusantara kembali berduka. Kabar duka datang dari komunitas sepeda motor asal Indonesia yang saat ini sedang melakukan touring menjelajahi berbagai negara di Afrika (11-29/06) dengan sebutan 'Ride to the Southern Most of Africa'. Petualangan ini sangat fenomenal, karena merupakan rombongan Indonesia pertama yang touring sampai sejauh 4.700 km di benua itu dengan menggunakan berbagai motor bergenre adventure. Tercatat 16 rider ikut acara ini dengan menggunakan motor adventure, di antaranya tiga Yamaha Tenere, satu Honda CRF 1000L Africa Twin dan BMW R 1200 GS K50, salah satunya adalah mantan Ketua IMI dan Wakapolri, Komjen Polisi Nanan Soekarna.

Rencananya, peserta touring akan melakukan perjalanan selama 20 hari dengan rute Cape Town, Afrika Selatan - Cape Of Good Hope, Afrika Selatan - Clanwilliams, Afrika Selatan - Springbok, Afrika Selatan - Norotshama, Namibia - Fish River Canyon, Namibia - Luderitz, Namibia - Keetmanshoop, Namibia - Helmeringhausen, Namibia - Sesriem, Namibia - Windhoek, Namibia - Kalahari Desert, Botswana - Ghanzi, Botswana - Maun, Botswana - Okavango Delta, Botswana - Nata, Botswana - Kasane, Botswana - Victoria Falls, Zimbabwe - Zambesi River, Zambia - Livingstone, Zambia - Johannesburg, Afrika Selatan. Namun tak disangka, terjadi kecelakaan tunggal yang menyebabkan salah satu peserta meninggal dunia.

Kabar duka ini menyebutkan Mohamad Irfan, pemakai BMW R 1200 GS yang merupakan putra dari ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Hatta Ali mengalami kecelakaan tunggal pada Rabu (19/6). Pria kelahiran 1978 yang juga anggota Dewan Komisaris Telkomsel ini mengalami crash pada saat perjalanan melintasi gurun berpasir lalu meninggal dunia.

Berikut adalah kronologis singkat, seperti dituturkan Adam Tanaka, visual implementor Otorider.com yang hadir dalam rombongan touring ini. Saat itu, rombongan sedang melakukan perjalanan hari ke-9 di Helmeringhousen, Namibia. Perjalanan diarahkan menuju Sausosvlad.

Adam menuturkan, terakhir Almarhum M Irfan terlihat rombongan pada 9.45 waktu setempat setelah berfoto pada sebuah plang jalan. Kondisi trek sangat berpasir hingga jarak pandang terbatas. Dengan debu tebal, rombongan pun terpisah setiap 100 meter.

   Baca Juga : Yamaha Luncurkan MX King Edisi Ultraman

   Baca Juga : Klasemen MotoGP 2019 Usai Catalunya, Marquez Masih Teratas

Ketika  melakukan perjalanan, tiba-tiba rombongan terhenti, rupanya ada kabar bahwa salah satu rombongan ada yang mengalami crash. “Saat itu kami sedang melintasi trek gravel (berpasir), tiba-tiba rombongan terhenti, kami kira istirahat. Ternyata salah satu anggota kami ada yang mengalami crash, yaitu Mohamad Irfan. kondisinya sudah terbaring di jalan dengan posisi motor menghadap arah berlawanan,” ujar Adam sapaan akrab Adam Tanaka.

Adam menuturkan, Alm. Irfan merupakan pribadi yang sederhana dan ramah. Dengan pengalamannya mengendarai big bike, Alm. Irfan cukup piawai mengendalikan BMW R 1200 GS bahkan di lintasan berpasir sekalipun. Menurut Adam, ia cukup ketinggalan rombongan karena masih kurang menguasai medan. Sementara Alm. Irfan masuk ke rombongan depan.

Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Kepolisian Namibia pada pukul 10.30 waktu setempat (19/6). Pada saat kejadian, tidak ada satu orang pun yang melihat kejadian langsung lantaran memang dilepas terpisah agar jarak pandang tetap aman. Namun, dari kabar yang disampaikan Adam, salah satu anggota rombongan yang bernama Endyk Bagus Musdyantoko persis di belakangnya turut terjatuh karena melakukan pengereman mendadak. Dirinya melakukan pengereman mendadak karena melihat Irfan mengalami crash.

“Waktu kejadian, jadi ada dua motor yang mengalami crash. Mas Endyk juga ikut jatuh karena melakukan pengereman mendadak, tapi tidak mengalami luka yang serius,” tambah Adam.

Karena terjadinya insiden tersebut, agenda touring yang rencananya diselenggarakan hingga 29 Juli mendatang dihentikan pada hari ini (20/06). Saat ini rombongan sedang bersiap pulang menuju Jakarta untuk melakukan pemakaman terhadap Alm.Irfan.

"Jadi, perjalanan kami dihentikan karena insiden tersebut, dan saat ini kami berusaha untuk pulang dan memakamkan beliau di tempat asalnya," tutup Adam. Kabar terakhir yang diterima redaksi, tepat sebelum berita ini diturunkan, yaitu pada 12.28 waktu Namibia, KBRI setempat sedang mengusahakan kepulangan jenazah ke Tanah Air. 

Segenap redaksi OtoRider turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Almarhum.   

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id