Alasan Pertamax Turbo Naik Jadi Rp19.400 per Liter, Ini Penjelasan Menteri ESDM

Dipublikasikan : Senin, 20 April 2026 06:32

Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan kenaikan ini mengikuti mekanisme pasar global untuk BBM nonsubsidi.

Alasan Pertamax Turbo Naik Jadi Rp19.400 per Liter, Ini Penjelasan Menteri ESDM
BBM Pertamax Turbo (Foto :Otorider)
Otorider hadir di WhatsApp Channel Follow

OTORIDER - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah Pertamax Turbo yang kini mengalami lonjakan harga cukup signifikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut merupakan hal wajar karena mengikuti mekanisme pasar global.

Harga Pertamax Turbo Naik Signifikan

Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax Turbo kini berada di level Rp19.400 per liter. Angka ini naik Rp6.200 dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp13.100 per liter.

Lonjakan ini cukup terasa bagi pengguna kendaraan yang mengandalkan BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi tersebut, terutama untuk motor dan mobil dengan spesifikasi mesin performa tinggi.

BBM
BBM Pertamax Turbo (Foto : Otorider)

Mengikuti Mekanisme Pasar Global

Menurut Bahlil, harga BBM nonsubsidi memang tidak diatur langsung oleh pemerintah seperti halnya BBM subsidi. Hal ini merujuk pada kebijakan yang tertuang dalam regulasi Kementerian ESDM.

“Jenis BBM nonsubsidi umumnya digunakan oleh konsumen dari kalangan mampu, sehingga pergerakan harganya mengikuti pasar global,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Dengan kata lain, fluktuasi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama yang memengaruhi harga jual BBM nonsubsidi di dalam negeri.

BBM Subsidi Tetap Diatur Pemerintah

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap hadir dalam menjaga stabilitas harga energi melalui pengaturan BBM subsidi. Jenis BBM seperti Pertalite dan Solar subsidi tetap dikendalikan agar terjangkau bagi masyarakat luas.

Sebaliknya, BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo ditujukan untuk konsumen tertentu yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi dengan RON 98.

“Kalau BBM itu, yang pemerintah atur adalah BBM bersubsidi. Sementara untuk BBM industri atau nonsubsidi, sesuai peraturan Menteri ESDM tahun 2022 mengikuti harga pasar,” jelasnya.

Digunakan oleh Konsumen Mampu

Dalam pernyataannya, Bahlil juga menyebut bahwa BBM dengan spesifikasi tinggi seperti Pertamax Turbo umumnya digunakan oleh kalangan mampu. Hal ini karena harganya yang lebih mahal dibandingkan BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi dengan RON lebih rendah.

Selain Pertamax Turbo, BBM jenis solar dengan cetane number (CN) tinggi juga masuk dalam kategori yang sama, yaitu ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan khusus dan kemampuan ekonomi lebih tinggi. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telegram Channel
Google News
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Bagikan  

Video

Tetap Terhubung Bersama Kami
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
[email protected] (Redaksi)
[email protected] (Marketing)
OTORIDER.com Member of : Logo Bintang Langit Multimedia
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.