Alpinestars Bikin Airbag Canggih Khusus Pemotor

Dipublikasikan : Selasa, 24 Februari 2026 17:44
Penulis : Benny Averdi

Setelah mengembangkan lebih dari dua dekade, Alpinestars membuat rompi airbag untuk pemotor dengan tingkatan keselamatan lebih baik.

Alpinestars Bikin Airbag Canggih Khusus Pemotor
rompi airbag
Otorider hadir di WhatsApp Channel Follow

OTORIDER - Kini, salah satu produsen apparel pemotor dunia, Alpinestars telah membuat kreasi terbaru mereka, dan menjadi rompi keselamatan yang dapat mengembang sendiri paling ringan, paling nyaman, dan paling canggih hingga saat ini.

Diberi nama Alpinestars Tech-Air 5 Plasma yang baru menghadirkan lebih dari dua dekade pengembangan, menawarkan apa yang disebut merek Italia ini sebagai keselamatan 'tingkat selanjutnya'.

Dengan harga yang tidak murah, yaitu £699.99 (setara Rp 16 juta) dan tersedia dalam ukuran XS-4XL, Tech-Air 5 Plasma menggantikan Tech-Air 5 lama dalam seri ini, terdapat beberapa ubahan pada perangkat keras sensor, pembaruan perangkat lunak, dan pengurangan berat sebesar 0,4 kg dibandingkan pendahulunya.

Dilansir Motorcyclenews.com, perangkat keselamatan itu memiliki inti yang terletak pada susunan enam sensor, yang terdiri dari akselerometer triaksial dan giroskop triaksial. Sensor-sensor ini memantau pergerakan, dan memasukkan data ke dalam algoritma berbasis AI.

Algoritma tersebut didukung oleh basis data yang mencakup data sejak tahun 2004, ketika perusahaan mulai mengumpulkan informasi dari para pembalap MotoGP mereka.

Sejak saat itu, Alpinestars telah menempuh jutaan mil berkendara dan mengumpulkan ribuan titik informasi kecelakaan untuk membentuk cara sistem terbaru mereka merespons.

Dari beberapa informasi yang diterima, para insinyur di pabrikan tersebut mengolahnya menjadi berbagai mode berkendara – Jalan Raya, Balap, dan Off-Road – yang semuanya menampilkan sensitivitas pengaktifan yang disesuaikan.

Saat terjadi benturan, rompi akan mengembang hanya dalam waktu 20 milidetik.

Untuk mengaktifkan perangkat ini, pengguna hanya perlu menutup ritsleting rompi dan menutup penutup magnet di bagian depan. 

Lantas lampu LED yang dikombinasikan dengan getaran sensorik memberi sinyal bahwa sistem siap beraksi. Getaran ini juga menunjukkan kapan perubahan mode telah dilakukan, atau untuk memberi sinyal penon-aktifan.

Dipastikan perangkat ini juga terhubung dengan sebuah aplikasi yang menyertainya, dengan memberi akses ke status sistem, masa pakai baterai, dan pembaruan firmware. 

Aplikasi ini juga menyertakan fitur 'MyRide', yang memungkinkan pengguna untuk merekam perjalanan dan memetakan rute, serta menyediakan akses ke manual pengguna.

Sedangkan sumber dayanya berasal dari dari baterai lithium-ion terintegrasi yang menawarkan waktu berkendara hingga 30 jam, dengan pengisian daya melalui port USB-C yang terletak di dalam modul layar LED. 

Dengan berat 1.530g, keseluruhan rakitan lebih ringan lebih dari 25% dibandingkan pendahulunya dan sebenarnya merupakan airbag teringan Alpinestars hingga saat ini.

Selain bobotnya yang lebih ringan, Plasma dikatakan lebih fleksibel dan lebih ramping dari sebelumnya, artinya dapat dengan nyaman diselipkan di bawah jaket berkendara pilihan Anda (tanpa pelindung punggung), yang sebenarnya hal itu memiliki kekurangan berupa cakupan yang sedikit berkurang dibandingkan dengan beberapa airbag lain di pasaran, termasuk model Tech-Air 7 dan 10 milik Alpinestars sendiri.

Produk airbag lain tidak ada yang benar-benar dapat bernapas, sementara Plasma dirancang dengan beberapa lubang aliran udara di bagian bahu dan elemen belakang airbag.

Dari segi perlindungan, pelindung punggung Level 1 juga disertakan, sementara kantung udara yang dapat dipompa itu sendiri juga bersertifikasi EN1621-4:2013 Level 1. 

EN1621-4 menguji ketahanan terhadap benturan benda sempit menggunakan metodologi proteksi yang sama yang diterapkan pada pelindung tubuh konvensional.

Setelah mengembang, pengisi gas dapat diganti oleh pengguna di rumah dengan biaya £89,99 (setara Rp 2 jutaan), asalkan kantung udara tidak rusak.

Setiap kantung udara dinilai mampu mengembang hingga enam kali sebelum perlu diganti, yang biayanya £299,99 (Rp 6,8 jutaan).

Alpinestars merekomendasikan penggantian seluruh sistem setelah 10 tahun, dengan perawatan rutin disarankan setiap dua tahun sekali atau setiap 500 jam berkendara. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telegram Channel
Google News
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Bagikan  

Video

Tetap Terhubung Bersama Kami
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
[email protected] (Redaksi)
[email protected] (Marketing)
OTORIDER.com Member of : Logo Bintang Langit Multimedia
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.