Automechanika Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Pelaku Industri Otomotif Lokal dan Internasional
Berlangsung hingga 24-27 September 2026, gelaran perdana Automechanika di Indonesia ini diikuti 339 eksibitor dari Indonesia dan mancanegara.

OTORIDER – Pameran industri komponen dan aftermarket otomotif Automechanika Jakarta 2026 resmi dibuka hari ini, Kamis (24/9/2026), di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten.
Berlangsung hingga 27 September 2026, gelaran perdana Automechanika di Indonesia ini diikuti 339 eksibitor dari Indonesia dan mancanegara. Pameran menempati area seluas 20.800 meter persegi yang terdiri dari empat hall indoor dan area outdoor.
Indonesia menjadi negara ke-15 yang menjadi tuan rumah Automechanika. Di Asia, pameran serupa sebelumnya telah digelar di sejumlah negara seperti China, Malaysia, dan Vietnam.
Ketua GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) sekaligus President Director PT Astra Otoparts Tbk, Yusak Kristian, menyebut Automechanika Jakarta menjadi tonggak penting bagi industri otomotif nasional.

“Ini adalah kesempatan perdana menggelar Automechanika di Indonesia. Ini jadi tonggak penting bagi industri otomotif Indonesia, dalam menghubungkan pelaku industri lokal dan internasional untuk berbagi ide,” ujar Yusak.
Menurutnya, industri komponen Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar global melalui kegiatan ekspor. Perkembangan kendaraan listrik juga dinilai membuka peluang baru bagi industri lokal untuk mengembangkan produk dan teknologi.
Dalam pameran ini, Astra Otoparts hadir sebagai strategic partner dengan membawa 25 perusahaan dalam satu area booth. Ekosistem yang ditampilkan mencakup komponen mesin, pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, velg, hingga produk OEM dan aftermarket.

Sementara itu, Senior Vice President Consumer Good, Automotive and Textile Shows and Sales, Stephan Kurzawski mengatakan Automechanika Jakarta tidak hanya menghadirkan pameran produk, tetapi juga berbagai program pendukung.
“Kami mendorong peluang perdagangan, pertukaran pengetahuan, inovasi, kemitraan strategis, dan kolaborasi lintas negara,” ujar Stephan.
Sejumlah agenda yang digelar antara lain business matching, forum kolaborasi rantai pasok, Tech & Skills Workshop, serta kunjungan industri untuk mempertemukan pelaku industri lokal dengan mitra internasional. (*)











