Benarkah Nitrogen Bikin Tekanan Ban Motor Lebih Stabil? Ini Penjelasan Ahli
Pengendara motor perlu tahu alasan nitrogen disebut mampu menjaga tekanan ban lebih stabil. Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

OTORIDER - Bagi pengendara sepeda motor, menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan. Selain memengaruhi kenyamanan, tekanan ban juga berpengaruh terhadap handling, daya cengkeram, hingga keselamatan berkendara.
Karena itu, sebagian pengendara memilih menggunakan nitrogen saat mengisi ban. Nitrogen disebut mampu membantu menjaga tekanan ban lebih stabil dibandingkan udara biasa.
Lantas, apa alasannya?
Widi Yansen, Dept. Head RnD Research & Simulation PT Gajah Tunggal Tbk, menjelaskan bahwa nitrogen memiliki struktur molekul yang lebih besar dibandingkan oksigen.
“Jadi, kalau ditanya, apakah nitrogen karena dia partikel yang lebih besar, sehingga ketika dia mencoba menembus karet, itu apakah lebih kesulitan dibanding oksigen? Jawabannya iya,” ujar Widi kepada wartawan saat ditemui di Proving Ground Gajah Tunggal, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).
Tekanan Ban Motor Disebut Bisa Lebih Stabil
Ukuran molekul nitrogen yang lebih besar membuatnya lebih sulit menembus material karet ban dibandingkan oksigen. Hal ini menjadi salah satu alasan nitrogen disebut dapat membantu menjaga tekanan ban lebih stabil.
Bagi pengendara motor, kondisi tersebut tentu dapat memberikan keuntungan, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk mobilitas jarak jauh maupun perjalanan luar kota.
Meski begitu, pengendara tetap tidak boleh mengabaikan pemeriksaan tekanan ban. Penurunan tekanan tetap dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk kondisi ban, pelek, beban kendaraan, suhu lingkungan, hingga cara berkendara.
Nitrogen Disebut Bantu Jaga Suhu Ban Motor
Selain tekanan, nitrogen juga disebut dapat membantu membuat suhu kerja ban lebih stabil ketika sepeda motor digunakan.
Menurut Widi, molekul oksigen yang lebih kecil memiliki pergerakan lebih aktif dibandingkan nitrogen. Perbedaan tersebut dapat berkontribusi terhadap suhu kerja ban.
“Partikel besar dibandingkan partikel kecil, pasti bergeraknya lebih banyak yang partikel kecil. Itu kenapa ban yang diisi dengan oksigen cenderung lebih panas dibandingkan dengan ban yang diisi dengan nitrogen,” ujarnya.
Kondisi suhu ban menjadi hal yang penting bagi pengendara motor karena ban bekerja langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Perubahan suhu dan tekanan dapat memengaruhi karakter berkendara, terutama ketika motor digunakan dalam perjalanan jauh atau pada kondisi beban tinggi.
Tetap Wajib Cek Tekanan Ban Secara Berkala
Meski nitrogen memiliki keunggulan dalam membantu menjaga tekanan dan suhu ban lebih stabil, bukan berarti pengendara dapat mengabaikan perawatan ban.
Widi menegaskan, besarnya penurunan tekanan ban tetap dipengaruhi oleh kondisi dan cara penggunaan kendaraan.
“Jadi, secara ilmiah, itu benar. Seberapa besar tekanannya berkurang, itu tergantung juga dari pemakaian bannya,” kata Widi.
Oleh karena itu, pengendara motor tetap disarankan memeriksa tekanan ban secara berkala, baik menggunakan nitrogen maupun udara biasa. Pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar motor tetap nyaman, stabil, dan aman digunakan. (*)




_2025_kbjq.webp)






