Ducati vs Aprilia, Duel Superbike Edisi Spesial Asal Italia
Keduanya sama-sama dibangun sebagai simbol puncak teknologi masing-masing merek. Namun, jika ditelisik lebih jauh, karakter keduanya ternyata punya pendekatan yang berbeda.

OTORIDER - Belum lama ini, dua pabrikan motor Italia kembali menunjukkan tajinya lewat duel superbike edisi spesial yang lahir dengan detail ala motor balap MotoGP.
Di satu sisi ada Ducati Panigale Superleggera V4 Centenario, model perayaan 100 tahun Ducati yang mengusung teknologi serat karbon dan paket performa ekstrem.

Selain itu, Aprilia X 250TH hadir sebagai motor edisi terbatas dari divisi balap Noale untuk memperingati 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.
Keduanya sama-sama dibangun sebagai simbol puncak teknologi masing-masing merek. Namun, jika ditelisik lebih jauh, karakter keduanya ternyata punya pendekatan yang berbeda.
Ducati tampil sebagai superbike legal jalan raya ultra-premium, sementara Aprilia terasa lebih dekat dengan motor balap murni yang dibawa ke tangan konsumen.
Duel Mesin, Aprilia Lebih Buas, Ducati Lebih Fleksibel
Dari sektor performa, Aprilia X 250TH tampil sebagai yang paling buas. Motor ini dibekali mesin V4 65 derajat berkapasitas 1.099 cc dengan tenaga maksimum 240 dk dan torsi 131 Nm. Angka tersebut menjadikannya RSV4 paling bertenaga yang pernah diproduksi Aprilia.

Sementara itu, Ducati Panigale Superleggera V4 Centenario mengandalkan mesin Desmosedici Stradale R 1100 berkapasitas 1.103 cc.
Tenaga standarnya mencapai 228 dk, namun dapat meningkat menjadi 247 dk bila menggunakan knalpot balap Akrapovič dan paket racing bawaan. Artinya, dalam konfigurasi penuh, Ducati masih unggul dari sisi output tenaga puncak.
Soal bobot, Aprilia sedikit lebih unggul dengan angka 165 kg, sedangkan Ducati berada di 167 kg dalam konfigurasi racing kit. Dengan rasio tenaga terhadap bobot yang sangat tinggi, keduanya jelas dirancang untuk performa maksimal di lintasan.
Perang Teknologi MotoGP
Bagian paling menarik dari duel ini terletak pada teknologi pengeremannya. Ducati menjadi motor jalan raya pertama yang memakai rem karbon-keramik.
Sedangkan Aprilia melangkah lebih ekstrem lagi dengan rem carbon-carbon Brembo, teknologi yang selama ini identik dengan MotoGP.

Di sektor elektronik, Aprilia memakai control unit Aprilia Racing APX dengan pengaturan balap yang sangat fleksibel, lengkap dengan GPS terintegrasi. Ducati tak kalah canggih berkat paket elektronik turunan Panigale V4 R yang telah dikalibrasi ulang dengan strategi DVO terbaru.
Statusnya Sama-Sama Kolektor Item
Secara visual, keduanya punya identitas kuat. Ducati hadir dengan livery GP26 Rosso Centenario yang memadukan nuansa merah klasik dan sentuhan modern. Aprilia tampil lebih mencolok lewat livery “Stars and Stripes” yang terinspirasi bendera Amerika Serikat.
Untuk eksklusivitas, Ducati memproduksi 500 unit Centenario plus 100 unit Tricolore, jauh lebih banyak dibanding Aprilia X 250TH yang hanya dibuat 30 unit, dengan 25 unit di antaranya khusus untuk pasar Amerika Serikat.
Jika bicara eksklusivitas murni, Aprilia jelas lebih langka, tapi statusnya track use only, karena tak dibekali perlengkapan jalan raya. Namun dari skala perayaan, detail teknis, dan warisan historis, Ducati tetap tampil sebagai ikon besar dari Borgo Panigale. (*)










