Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Pengendara Motor Wajib Pakai Masker
Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik hingga Sukabumi. Pengendara motor diimbau pakai masker dan waspada jarak pandang.

OTORIDER - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) memicu sebaran abu vulkanik yang dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor yang tetap beraktivitas di luar ruangan.
Paparan abu vulkanik tidak hanya dapat mengganggu jarak pandang ketika berkendara, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup secara langsung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan sebagai langkah perlindungan diri dari paparan debu vulkanik.
"Gunakan masker saat beraktivitas di luar lapangan," tulis BPBD Pandeglang melalui akun resminya, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Ganggu Kesehatan
BPBD menjelaskan, abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat memberikan dampak terhadap kesehatan apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh secara langsung.
"Abu vulkanik dari erupsi GAK dapat mengganggu kesehatan, jika terhirup atau mengenai mata dan kulit," kata BPBD.
Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Bagi pengendara motor, penggunaan masker juga penting karena posisi berkendara membuat tubuh lebih banyak terpapar udara luar. Debu vulkanik yang terbawa angin dapat terhirup selama perjalanan.
Selain menggunakan masker, pengendara juga disarankan menggunakan perlengkapan berkendara yang dapat memberikan perlindungan tambahan, seperti jaket, sarung tangan, dan helm dengan visor yang dapat melindungi area wajah dan mata.

Abu Vulkanik Bisa Kurangi Jarak Pandang Pengendara Motor
Selain risiko terhadap kesehatan, keberadaan abu vulkanik juga dapat memengaruhi keselamatan berkendara. BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berada di jalan.
"Hati-hati saat berkendara, karena abu dapat mengurangi jarak pandang," kata BPBD.
Jarak pandang yang berkurang dapat membuat pengendara lebih sulit melihat kendaraan lain, marka jalan maupun objek di depan. Kondisi tersebut tentunya dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara tidak menyesuaikan kecepatan.
Pengendara motor sebaiknya mengurangi kecepatan ketika melewati wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan hindari melakukan pengereman atau manuver secara mendadak.
Jika kondisi jalan semakin sulit dilihat, pengendara sebaiknya mencari lokasi yang aman untuk berhenti dan melanjutkan perjalanan setelah kondisi memungkinkan.
Pemprov Lampung Imbau Warga Gunakan Masker
Imbauan serupa juga disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung. Masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan debu vulkanik.
Pemprov Lampung mengimbau warga menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau warga Lampung untuk tetap tenang dan waspada," demikian imbauan Pemprov Lampung.
Dengan adanya sebaran abu vulkanik, pengendara motor yang harus melakukan perjalanan di wilayah terdampak perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan informasi dari pihak berwenang.
Penggunaan masker, perlengkapan berkendara yang sesuai, serta mengurangi kecepatan menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan sekaligus mengurangi risiko paparan abu vulkanik. (*)











