Honda Gold Wing Paspampres Ternyata Beda Spesifikasi Dengan Versi Umum
Perbedaan spesifikasi Honda Gold Wing Paspampres mencakup ketiadaan sistem airbag dan transmisi manual, berbeda dari versi yang dijual umum.

OTORIDER – Honda Gold Wing yang digunakan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dalam Kirab Bendera Pusaka 2026 ternyata memiliki sejumlah perbedaan spesifikasi dengan Honda Gold Wing yang dipasarkan untuk umum.
Perbedaan tersebut disampaikan Winaryanto, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), kepada Otorider di Cikarang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Sebagai informasi, Honda Gold Wing yang dipasarkan untuk umum dibanderol sekitar Rp 1,1 miliar.
Sistem Airbag
Salah satu perbedaan utama terdapat pada sistem keselamatan. Honda Gold Wing versi terbaru yang dijual umum sudah dilengkapi airbag yang dirancang untuk melindungi pengendara ketika terjadi tabrakan dari arah depan.
Menurut Winaryanto, sistem tersebut bekerja berdasarkan sejumlah sensor yang akan mendeteksi kondisi tertentu sebelum memicu airbag mengembang. Karena itu, sistem airbag tidak bisa diubah atau dipasang secara sembarangan.
"Di versi terbaru Gold Wing sudah ada airbag system yang berfungsi saat terjadi tabrakan dari depan, dihambat terloncat ke depan. Ini tidak bisa asal utak-atik, ada beberapa sensor yang memicu airbag mengembang. Namun di versi Paspampres belum," ujar Winaryanto.
Belum Usung DCT
Selain airbag, perbedaan juga terdapat pada sistem transmisi. Honda Gold Wing yang dipasarkan untuk umum telah menggunakan Dual Clutch Transmission (DCT), sedangkan unit yang digunakan Paspampres masih mengandalkan transmisi manual.
"Untuk versi Paspampres masih bertransmisi manual, bukan DCT," ucapnya.
Meski memiliki perbedaan pada beberapa fitur, Winaryanto menyebut bagian mesin dan kaki-kaki Honda Gold Wing Paspampres masih memiliki kemiripan dengan versi yang dijual umum.
Salah satunya adalah penggunaan suspensi depan model double wishbone yang ditopang satu peredam berukuran besar. Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan saat motor dikendarai.
Sementara sektor jantung pacu tetap mengandalkan mesin 1.800 cc, enam silinder berpendingin cairan. Tenaga dari mesin tersebut kemudian disalurkan menuju roda belakang melalui sistem penggerak gardan. (*)











