Honda Ryden 160 Masih Misterius, AHM Sebut Paten Nama Hanya Bagian Strategi
Spekulasi itu muncul setelah nama Ryden 160 terdaftar dalam dokumen Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan pemohon, Honda.

OTORIDER – Sebelum New Honda Vario Evo 160 resmi diperkenalkan PT Astra Honda Motor (AHM) pada Rabu (24/6/2026) di Cikarang, Jawa Barat, publik sempat berspekulasi bahwa model baru tersebut akan menggunakan nama Honda Ryden 160.
Spekulasi itu muncul setelah nama Ryden 160 terdaftar dalam dokumen Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Kemunculan paten tersebut memunculkan dugaan bahwa AHM tengah menyiapkan lini skutik baru di kelas 160 cc.
Namun, usai peluncuran Vario Evo 160, Marketing Director PT AHM, Octavianus Dwi Putro, menjelaskan bahwa pendaftaran nama dagang merupakan bagian dari strategi perusahaan dan tidak selalu berujung pada peluncuran produk dengan nama tersebut.
"Paten nama merupakan strategi kita. Kita punya banyak alternatif, sehingga akan didaftarkan ke Dirjen HAKI. Dipakai atau tidak nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan," ujar Octavianus di sela peluncuran New Honda Vario Evo 160.
Menurutnya, pendaftaran berbagai nama dilakukan sebagai langkah antisipasi agar merek yang berpotensi digunakan di masa depan telah memiliki perlindungan hukum. Karena itu, tidak semua nama yang dipatenkan akan langsung menjadi produk yang dipasarkan.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di AHM. Sebelumnya, nama Honda Stylo juga telah lebih dulu terdaftar di DJKI sebelum akhirnya resmi digunakan sebagai nama skuter matik bergaya retro yang meluncur di Indonesia.
Dengan penjelasan tersebut, kemunculan nama Ryden 160 di dokumen DJKI belum bisa dijadikan kepastian bahwa AHM akan menghadirkan model baru dengan nama tersebut dalam waktu dekat. Keputusan penggunaan nama tetap akan mengikuti strategi dan kebutuhan produk perusahaan ke depan. (*)











