Jelang Lebaran Penjualan Motor Menurun, Wahana Honda Ungkap Penyebabnya
Menjelang Lebaran, penjualan motor baru di wilayah Jakarta dan Tangerang mengalami penurunan karena konsumen mengalihkan anggaran untuk kebutuhan mudik dan Lebaran.

OTORIDER - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjualan sepeda motor di sejumlah wilayah justru mengalami penurunan. Fenomena ini terjadi karena banyak masyarakat yang mengalihkan anggaran dari pembelian kendaraan baru ke kebutuhan lain seperti biaya mudik dan kebutuhan rumah tangga selama Lebaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Chief Marketing Officer PT Wahana Makmur Sejati, Edi Setiawan. Menurutnya, kondisi pasar sepeda motor memang biasanya mengalami perlambatan menjelang Lebaran.
“Di wilayah kami, sebelum Idul Fitri pasar memang biasanya mengecil. Orang-orang lebih fokus mempersiapkan kebutuhan Lebaran, sehingga pengeluaran mereka beralih dari membeli kendaraan ke hal-hal lain,” ujar Edi Setiawan dari PT Wahana Makmur Sejati, main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang.
Ramadan dan Banyaknya Hari Libur Jadi Faktor
Selain perubahan prioritas pengeluaran masyarakat, kondisi pasar juga dipengaruhi oleh momentum Ramadan yang datang lebih awal pada tahun ini. Banyaknya hari libur nasional yang berdekatan juga membuat masyarakat lebih memilih mengalokasikan dana untuk aktivitas liburan dan perjalanan.
Edi menjelaskan, situasi tersebut membuat perputaran uang masyarakat lebih banyak digunakan untuk konsumsi dan hiburan dibandingkan pembelian kendaraan.
“Semua orang libur, semuanya jalan-jalan, semuanya mengeluarkan uang. Kami yang di industri ini jadi tidak kebagian,” jelasnya.
Setelah Lebaran Justru Jadi Puncak Penjualan
Meski permintaan motor baru menjelang Lebaran cenderung menurun, PT Wahana Makmur Sejati tetap optimistis terhadap prospek pasar sepeda motor setelah masa libur Lebaran berakhir.
Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati, Olivia Widyasuwita, menyebutkan bahwa periode setelah Idul Fitri justru sering menjadi momentum peningkatan penjualan sepeda motor.
“Setelah Lebaran, pasar biasanya kembali naik. Bahkan bagi kami, periode setelah Lebaran adalah puncak penjualan. Banyak orang yang mulai mencari kendaraan setelah kembali dari mudik atau bagi pendatang baru yang datang untuk bekerja,” ungkap Olivia.
Kondisi tersebut sudah menjadi pola yang cukup konsisten setiap tahun di industri sepeda motor. Setelah Lebaran, kebutuhan mobilitas masyarakat kembali meningkat sehingga mendorong minat pembelian kendaraan baru.
Dengan pola tersebut, pelaku industri otomotif tetap optimistis pasar sepeda motor akan kembali bergairah setelah periode libur Lebaran berakhir. (*)
Honda Laki Code 2026 Digelar di Jakarta, Puluhan Motor Modifikasi Ramaikan One Belpark Mall
WorldSSP Belanda : Aldi Satya Mahendra Raih Poin, Jaume Masia Juaranya
Hasil Klasemen Sementara WorldSBK Setelah Balap Assen 






_2024_6fk5.webp)


