Kendaraan Listrik Jadi Alasan Dedi Mulyadi Wacanakan Jalan Berbayar di Jawa Barat

Dipublikasikan : Rabu, 13 Mei 2026 17:24

Dedi Mulyadi mewacanakan penghapusan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar bagi kendaraan yang melintas di jalan provinsi.

Kendaraan Listrik Jadi Alasan Dedi Mulyadi Wacanakan Jalan Berbayar di Jawa Barat
Pengguna jalan raya. (Foto: Daya Adicipta)
Otorider hadir di WhatsApp Channel Follow

OTORIDER - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melempar wacana baru terkait sistem pembiayaan infrastruktur jalan di Jawa Barat. Dalam gagasan tersebut, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) disebut berpotensi dihapus dan diganti dengan sistem jalan berbayar bagi kendaraan yang melintas di ruas jalan provinsi.

Wacana tersebut disampaikan Dedi Mulyadi usai rapat paripurna di Kantor DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (11/5/2026). Menurutnya, kebijakan itu muncul sebagai respons terhadap perkembangan kendaraan listrik yang saat ini belum dikenai pajak kendaraan bermotor, tetapi tetap menggunakan fasilitas jalan umum.

Menurut Dedi, kendaraan listrik tetap memberikan dampak terhadap kondisi jalan karena penggunaan infrastruktur dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pengguna kendaraan, baik kendaraan berbahan bakar bensin, diesel, maupun listrik.

"Kami ingin menghapus pajak kendaraan bermotor kemudian diganti dengan jalan berbayar. Artinya, menggunakan jalan, baru bayar. Jalan tidak digunakan, tidak usah bayar, hal ini untuk mewujudkan rasa keadilan," ujar Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (12/5/2026).

Jalan Berbayar Dinilai Lebih Adil

Dedi menjelaskan, konsep jalan berbayar dianggap lebih adil dibandingkan sistem pajak kendaraan tahunan seperti yang berlaku saat ini. Sebab, pembayaran nantinya dilakukan berdasarkan intensitas penggunaan jalan oleh masyarakat.

Dengan konsep tersebut, pengguna kendaraan yang jarang memakai jalan tidak akan terbebani biaya besar, sementara kendaraan yang sering melintas akan membayar sesuai tingkat penggunaan infrastruktur.

Menurutnya, skema seperti ini juga dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas karena masyarakat diharapkan lebih bijak menggunakan kendaraan pribadi.

"Sehingga jalan menjadi nyaman untuk kepentingan semua," kata Dedi.

Wacana ini pun langsung menjadi perhatian publik, terutama para pemilik kendaraan bermotor di Jawa Barat. Sebab selama ini PKB menjadi salah satu sumber pendapatan daerah terbesar yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan.

Kendaraan Listrik Jadi Sorotan

Perkembangan populasi kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu alasan munculnya ide tersebut. Saat ini pemerintah memang memberikan berbagai insentif untuk kendaraan listrik, termasuk pembebasan atau keringanan pajak kendaraan bermotor di sejumlah daerah.

Namun di sisi lain, kendaraan listrik tetap memanfaatkan fasilitas jalan yang sama dengan kendaraan konvensional. Karena itu, Dedi menilai perlu ada formula baru agar pembiayaan infrastruktur jalan tetap berjalan adil untuk seluruh pengguna kendaraan.

Konsep jalan berbayar sendiri sebenarnya bukan hal baru. Beberapa negara telah menerapkan sistem electronic road pricing atau pembayaran jalan berdasarkan penggunaan ruas tertentu, terutama untuk mengurangi kemacetan dan membiayai pemeliharaan jalan.

Jika diterapkan di Jawa Barat, kemungkinan sistem tersebut akan menggunakan teknologi digital seperti sensor kendaraan atau pembayaran elektronik otomatis. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telegram Channel
Google News
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Bagikan  

Video

Tetap Terhubung Bersama Kami
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
[email protected] (Redaksi)
[email protected] (Marketing)
OTORIDER.com Member of : Logo Bintang Langit Multimedia
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.