Komparasi Mesin Peugeot Django 150 Cafe Racer Vs Vespa Sprint 180, Mana Lebih Menarik?
Menariknya, dua model dengan tampang ikonik hadir dalam waktu berdekatan, yakni Vespa Sprint 180 yang meluncur pada Maret 2026 dan Peugeot Django 150 Cafe Racer yang resmi mengaspal pada awal Mei lalu

OTORIDER - Skuter matik bergaya klasik-modern kembali ramai di pasar roda dua Indonesia pada 2026 dengan hadirnya lagi, Peugeot Scooter.
Menariknya, dua model dengan tampang ikonik hadir dalam waktu berdekatan, yakni Vespa Sprint 180 yang meluncur pada Maret 2026 dan Peugeot Django 150 Cafe Racer yang resmi mengaspal pada awal Mei lalu.
Keduanya sama-sama menawarkan desain retro yang dipadukan teknologi modern. Namun, jika dibandingkan dari sisi mesin dan harga, keduanya punya karakter berbeda untuk menyasar konsumen skuter premium bergaya sporty.
Peugeot Django 150 Cafe Racer
Peugeot Django 150 Cafe Racer hadir dengan mesin 151 cc, satu silinder, 4-Tak, 2-katup, berpendingin udara dan sudah memenuhi standar emisi Euro 4.

Secara performa, mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 12 dk pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 13 Nm pada 6.000 rpm. Karakter mesinnya cenderung santai dengan fokus pada kenyamanan berkendara harian khas skuter retro Eropa.
Detail spesifikasinya meliputi rasio kompresi 10,4±0,2:1 dengan bore x stroke 57,4 x 58,2 mm. Selain itu, Peugeot juga membekali Django dengan fitur modern seperti lampu LED, panel instrumen kombinasi analog-digital, hingga sistem pengereman ABS.
“Django Cafe Racer tampil lebih sporty tanpa mengorbankan kenyamanan. Ini adalah pilihan tepat bagi pengendara yang ingin tampil stylish, namun tetap membutuhkan performa mesin yang efisien,” ucap Komisaris PT Permata Otomotif Indonesia, Haryanto Damanik.
Untuk harga, Peugeot Django dibanderol Rp 69 juta untuk varian Classic dan Rp 75 juta untuk varian Cafe Racer on the road Jakarta.
Vespa Sprint 180
Sementara itu, Vespa Sprint 180 mendapatkan pembaruan besar pada sektor mesin. Kini kapasitasnya meningkat menjadi 174,1 cc dengan konfigurasi i-get 4 langkah, silinder tunggal, tiga katup, dan sistem injeksi elektronik.
Tenaga maksimalnya mencapai 11 kW atau sekitar 14,96 PS pada 8.250 rpm, naik sekitar 24 persen dibanding model 150 cc sebelumnya. Sedangkan torsi puncaknya mencapai 13,7 Nm pada 6.500 rpm atau meningkat sekitar 8 persen.

Mesin tersebut masih mengandalkan pendingin sirkulasi udara tekan dan transmisi otomatis CVT yang mempertahankan karakter praktis khas Vespa.
“Melalui Vespa Primavera dan Vespa Sprint 180 terbaru, kami menghadirkan performa yang lebih kuat, fitur modern, serta pilihan warna yang merefleksikan gaya hidup mereka,” urai Marco Noto La Diega, President Director PT Piaggio Indonesia.
Dari sisi harga, Vespa Sprint 180 dipasarkan mulai Rp 58,5 juta untuk Sprint standar, Rp 61 juta untuk Sprint S, dan Rp 66 juta untuk Sprint Tech.
Jika dibandingkan, Vespa Sprint 180 menawarkan performa mesin lebih besar dan tenaga lebih tinggi dengan harga yang masih berada di bawah Peugeot Django 150 Cafe Racer.
Namun, Django tetap punya daya tarik tersendiri lewat desain retro khas Perancis dan fitur premium yang menunjang kenyamanan berkendara. (*)











