Konflik Timur Tengah Ganggu Distribusi Minyak Global, Indonesia Batasi Pembelian BBM?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan belum ada pembatasan pembelian BBM subsidi dan harga tetap stabil per 27 Maret 2026.

OTORIDER - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran global, terutama terhadap pasokan energi dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026 berdampak langsung pada distribusi minyak global, termasuk jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Gangguan di jalur tersebut membuat pasokan minyak mentah terganggu dan mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini secara otomatis berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara.
Sejumlah Negara Mulai Batasi BBM
Dampak krisis energi global sudah mulai dirasakan berbagai negara. Beberapa bahkan telah menerapkan kebijakan pembatasan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Langkah yang dilakukan antara lain:
- Penjatahan BBM di Bangladesh
- Pembatasan konsumsi energi di China
- Pengurangan layanan transportasi di Filipina
- Pembatasan kuota BBM subsidi jenis RON 95 dari sebelumnya 300 liter per orang per bulan menjadi 200 liter di Malaysia.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap potensi krisis energi akibat terganggunya pasokan minyak dunia.
Indonesia Belum Terapkan Pembatasan BBM
Di tengah situasi global tersebut, pemerintah Indonesia memastikan belum akan menerapkan pembatasan pembelian BBM, khususnya jenis subsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan pembatasan kuota maupun kenaikan harga BBM subsidi.
“Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan (harga) untuk BBM subsidi. Masih tetap sama,” ujar Bahlil.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah masih menjaga stabilitas energi nasional dan daya beli masyarakat, meskipun tekanan global terus meningkat.
Daftar Harga BBM Pertamina per 27 Maret 2026
Berikut harga BBM di SPBU Pertamina wilayah DKI Jakarta:
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Solar Subsidi: Rp 6.800 per liter
- Pertamax: Rp 12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
- Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
- Dexlite: Rp 14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter
Harga tersebut masih stabil dan belum mengalami perubahan.
Di tengah tekanan global akibat konflik Timur Tengah, pemerintah Indonesia memastikan belum ada pembatasan pembelian BBM subsidi maupun kenaikan harga. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Dengan harga BBM yang masih tetap per 27 Maret 2026, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam penggunaan energi sambil menunggu perkembangan kebijakan selanjutnya dari pemerintah. (*)










