Lewat Continuum, Howard Smith Sempurnakan Produk Helmnya
Direktur Marketing Howard Smith, Lorenz Saputra pun memberikan penjelasan lengkap mengenai lini produk helmnya yang hadir di Indonesia.

OTORIDER - Howard Smith menggelar agenda morning ride, photo exhibition, dan product launch bertajuk Continuum pada Minggu (15/2) di Jakarta. Sesuai namanya, acara ini dikhususkan sebagai momen peluncuran produk helm-helm terbaru Howard Smith. Meski tidak ada model helm anyar, deretan produk yang sudah ada mendapatkan sejumlah ubahan guna meningkatkan kenyamanan sekaligus memberikan keamanan ketika berkendara.

Direktur Marketing Howard Smith, Lorenz Saputra pun memberikan penjelasan lengkap mengenai lini produk helmnya yang hadir di Indonesia. Selain itu, ia juga mengungkapkan sejumlah ubahan yang diberikan. Lantas, apa saja ubahannya?
"Kami improve sebenarnya lebih banyak ke interiornya. Dari sebelumnya kami pakai Nylex, sekarang kami pakai bahan yang namanya Tencel. Karena Tencel ini eco-friendly banget, anti-bakteri, anti-odor. Selain interior, kami juga banyak detail-detail yang lebih dirapiin. Untuk yang tipe visor, sebelumnya penutupnya masih menggunakan plastik, sekarang kami sudah develop CNC. Jadi sudah satu bagian sama bautnya, selain dekoratif sekaligus juga untuk mengencangkan," ujar Lorenz pada Otorider.

Tak hanya helm, dalam acara tersebut Howard Smith turut memperkenalkan lini produk apparel. Di antaranya adalah T-Shirt, Jaket, hingga Topi. Lalu, apa saja lini produk helm Howard Smith?
"Sekarang kami produknya itu tetap fokus di helm, dengan enam signature line-up kami. Tapi kami juga sekarang sudah mulai explore juga ke apparel. Helm untuk yang open face kami ada Master, itu salah satu yang kami keluarin di awal. Lalu kami develop juga open face dengan visor yaitu Jetter. Selanjutnya kami juga develop untuk slim head-nya yang kami namakan Super. Kalau untuk full face-nya kami ada tiga juga. Pertama, Racer yang tanpa visor. Lalu kami develop juga yang ada visor-nya yaitu Tracker. Kami juga develop untuk yang nuansa lebih rugged, Bobber," ucap Lorenz. (*)











