Moeldoko Sebut Kebijakan Kendaraan Listrik yang Tidak Konsisten Hambat Penjualan
Ketua Umum Periklindo Moeldoko mengkritik kebijakan insentif kendaraan listrik yang belum konsisten. Ketidakpastian tersebut membuat penjualan terhambat.

OTORIDER - Ketua Umum Periklindo Moeldoko menyoroti kebijakan insentif kendaraan listrik di Indonesia yang dinilai masih berubah-ubah dan belum memberikan kepastian bagi industri.
Kondisi tersebut disebut berdampak pada penjualan kendaraan listrik karena banyak konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu kejelasan subsidi dari pemerintah. Banyak dealer kesulitan memasarkan produk karena calon pembeli memilih menunda transaksi hingga ada kepastian mengenai program subsidi kendaraan listrik terbaru.
“Teman-teman dealer sekarang menunggu karena barang tidak laku. Pembeli juga menunggu kapan subsidi pemerintah berlaku,” ujar Moeldoko.
Dealer dan Konsumen Sama-Sama Menunggu Kepastian
Menurut Moeldoko, kebijakan terkait kendaraan listrik seharusnya dirancang lebih matang dan tidak berubah dalam waktu singkat. Ia menilai industri otomotif membutuhkan kepastian jangka panjang agar pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi bisnis, distribusi produk, hingga perencanaan investasi.
Ia menegaskan bahwa perubahan kebijakan yang terlalu cepat justru menimbulkan ketidakpastian di pasar kendaraan listrik nasional.
“Harusnya lebih terencana dengan baik. Kebijakan jangan setahun berubah lagi, harus minimum tiga tahun baru dievaluasi,” paparnya.
Moeldoko menambahkan, kestabilan regulasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelaku industri dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Kendaraan Listrik Dinilai Beri Tiga Keuntungan
Selain mendorong transisi energi, Moeldoko menilai penggunaan kendaraan listrik juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara. Salah satu dampak positifnya adalah pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Menurutnya, kendaraan listrik dapat memberikan tiga keuntungan sekaligus, mulai dari efisiensi biaya transportasi pribadi, lingkungan yang lebih bersih, hingga pengurangan beban subsidi energi pemerintah.
“Kalau menggunakan kendaraan listrik, ada tiga kontribusi sekaligus, efisiensi kantong pribadi, lingkungan lebih bersih, dan pengurangan beban subsidi negara,” kata dia.
Industri Kendaraan Listrik Butuh Kepastian Regulasi
Pernyataan Moeldoko menegaskan bahwa industri kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan kepastian regulasi dan insentif yang berkelanjutan. Dengan kebijakan yang lebih stabil, pelaku industri diyakini dapat lebih percaya diri dalam memperluas pasar dan investasi kendaraan listrik di Tanah Air.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, dukungan pemerintah melalui kebijakan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. (*)











