Motor Bekas Paling Laris di Balai Lelang Sepanjang 2025, Skutik Masih Dominasi Pasar
Motor bekas paling laris di balai lelang sepanjang 2025 didominasi skuter matik. Data JBA Indonesia mencatat Honda BeAT, Scoopy, hingga Yamaha NMAX menjadi pilihan utama.

OTORIDER - Pasar kendaraan bekas nasional sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang konsisten, terutama di segmen sepeda motor. Berdasarkan data penjualan balai lelang otomotif, motor dengan fungsi operasional harian dan efisiensi tinggi masih menjadi primadona di kalangan pembeli. Hal ini tercermin dari daftar motor bekas paling laris yang didominasi oleh skuter matik (skutik) berkapasitas kecil hingga menengah.
Data resmi dari salah satu balai lelang JBA Indonesia mencatat lima unit sepeda motor dengan volume penjualan tertinggi sepanjang tahun 2025. Menariknya, seluruh model tersebut merupakan produk keluaran terbaru dengan tahun produksi 2024, menandakan tingginya minat pasar terhadap motor bekas usia muda dengan kondisi relatif prima.
Daftar Motor Bekas Paling Laris di Balai Lelang 2025
Berdasarkan data penjualan internal JBA Indonesia, lima sepeda motor bekas dengan penjualan tertinggi sepanjang 2025 adalah:
- Honda BeAT 110 (2024)
- Honda Scoopy 110 (2024)
- Honda BeAT Street 110 (2024)
- Yamaha NMAX 155 (2024)
- Honda Vario 125 (2024)
Marketing & Digital Sales Department Head JBA Indonesia, Monika Erika Iswari, menjelaskan bahwa hasil tersebut mencerminkan kebutuhan pasar yang masih sangat mengutamakan aspek kepraktisan dan efisiensi.
“Berdasarkan data penjualan JBA Indonesia sepanjang tahun 2025, lima unit dengan penjualan tertinggi didominasi oleh motor skutik. Data tersebut menunjukkan bahwa kendaraan dengan fungsi operasional dan kebutuhan harian masih menjadi pilihan utama pembeli,” ujar Monika saat dihubungi Otorider.
Skuter Matik Jadi Tulang Punggung Penjualan Motor Bekas
Lebih lanjut, Monika menambahkan bahwa segmen sepeda motor bekas masih dikuasai oleh skuter matik dengan kapasitas mesin kecil hingga menengah. Model-model seperti Honda BeAT dan Scoopy dinilai memiliki keunggulan dari sisi konsumsi bahan bakar, kemudahan perawatan, serta jaringan layanan purna jual yang luas.
“Pada segmen sepeda motor, tipe skuter matik berkapasitas kecil hingga menengah masih menjadi pilihan utama. Faktor kenyamanan, kemudahan penggunaan, serta biaya kepemilikan yang terjangkau menjadi alasan utama,” jelasnya.
Kondisi ini juga didorong oleh tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan, baik untuk aktivitas kerja, usaha, maupun penggunaan harian. Skutik dinilai lebih fleksibel menghadapi kondisi lalu lintas padat serta menawarkan posisi berkendara yang nyaman bagi berbagai kalangan usia. (*)










