Motor Listrik Kian Serius, Harley-Davidson Indonesia Mulai Ambil Langkah
Regulasi baru dorong produksi motor listrik domestik. Harley-Davidson hadirkan LiveWire untuk testing market.

OTORIDER - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru guna mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya di segmen sepeda motor.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong transisi energi sekaligus mengurangi emisi kendaraan bermotor di dalam negeri. Dalam skema tersebut, produsen sepeda motor yang telah beroperasi di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan produksi motor listrik guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus berkembang.
Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa produksi motor berbasis bahan bakar minyak (BBM) tidak akan dihentikan. Sebaliknya, motor konvensional justru akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Motor Bensin Dialihkan untuk Pasar Ekspor
Kebijakan ini membuka peluang baru bagi industri otomotif nasional. Motor berbasis BBM yang selama ini mendominasi pasar dalam negeri akan dialihkan untuk memperkuat ekspor ke berbagai negara.
Tidak hanya pasar tradisional, pemerintah juga mendorong ekspansi ke wilayah nontradisional seperti Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan industri, sekaligus meningkatkan daya saing produk otomotif Indonesia di pasar global.
“Pemerintah sedang menyiapkan regulasi di mana nanti produsen-produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia itu segera menyiapkan secukupnya produksi motor listrik, karena kita menginginkan bahwa semua penjualan motor listrik yang berasal dari pabrik-pabrik kita untuk pasar domestik itu melalui motor listrik,” ujar Agus.
Tantangan Produsen Berbasis Impor, Termasuk Harley-Davidson
Di tengah arah kebijakan tersebut, muncul pertanyaan mengenai nasib produsen yang tidak memiliki basis produksi lokal dan hanya mengimpor unit secara utuh (CBU), salah satunya adalah Harley-Davidson.
Berbeda dengan pabrikan Jepang yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia, Harley-Davidson selama ini lebih mengandalkan impor untuk memenuhi pasar domestik. Hal ini tentu menimbulkan tantangan tersendiri dalam menghadapi kebijakan baru yang mendorong produksi lokal motor listrik.
Harley-Davidson Mulai Jajaki Motor Listrik di Indonesia
Melalui distributornya, JLM Auto Indonesia, Harley-Davidson mulai menunjukkan langkah awal dalam mengikuti tren elektrifikasi. Motor listrik pertamanya, Harley-Davidson LiveWire, diketahui sudah hadir di Indonesia, meskipun belum diluncurkan secara resmi ke publik.
Hal ini disampaikan oleh Irvino Edwardly, Director of Sales and Marketing JLM Auto Harley-Davidson Indonesia. Ia menjelaskan bahwa unit LiveWire saat ini masih dalam tahap pengujian pasar.
“LiveWire belum secara resmi kita masukkan ke Indonesia. Tapi memang kita sudah punya unitnya. Baru kemarin kita masukkan untuk proyek pemerintah. Baru masuki masa testing market, apakah mau dimasukkan ke Indonesia atau tidak. Untuk lihat animo dari customer atau market seperti apa. Dan kita ingin dapat input,” ujarnya.
Uji Pasar dan Menyasar Konsumen Baru
Kehadiran LiveWire di Indonesia masih sebatas tahap penjajakan. Harley-Davidson ingin memahami bagaimana respons konsumen terhadap motor listrik, terutama dari segmen nontradisional yang dinilai lebih terbuka terhadap teknologi baru. “Salah satu tantangan utama yang dihadapi HD Livewire adalah bagaimana motor ini diterima oleh komunitas pengguna Harley-Davidson konvensional,” papar Irvino. (*)
Andrea Iannone Resmi Masuk Tim Balap Asal Indonesia, Niti Racing
FOTO: Harley-Davidson Road Glide Limited 2026, Moge Touring Rp 1,2 Miliar
Beli Harley-Davidson di Luar Dealer Resmi, Masih Bisa Servis? Ini Jawabannya 









