Perlukah Jenis Motor Listrik yang Viral untuk Operasional MBG?
Dikabarkan motor listrik itu untuk mendukung operasional SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

OTORIDER – Sebuah berita viral di media sosial, memperlihatkan video, di mana pembuat konten menyatakan bahwa sebanyak 70 ribu unit motor listrik akan dialokasikan untuk SPPG wilayah Jawa Barat.
Dikutip Detikoto, motor-motor tersebut tampak masih terbungkus plastik dan sudah dilengkapi stiker Badan Gizi Nasional (BGN). Motor-motor untuk SPPG itu disebut sebagai motor listrik. Motor listrik tersebut bergaya motor trail seperti Honda CRF. Ada tulisan Emmo, diduga merek motor listrik tersebut.
Kemungkinan motor listrik berjenis trail itu adalah Emmo JVX GT. Pada situs resmi Emmo, motor tersebut adalah motor listrik adventure bertenaga hingga 7000 W dengan jarak tempuh 70 km, fast charging 30% - 80% dalam waktu 1 jam, dan desain tangguh untuk jalan raya maupun off-road.
Namun, disebutkan pula harganya cukup fantastis untuk sebuah motor listrik, yaitu Rp 56.800.000 per unit.
“Sebenarnya, untuk operasional, mungkin tak perlu model adventure seperti itu pun bisa dan dengan harga di bawahnya,” terang Farman Bahar, pehobi kendaraan listrik di Tangerang Selatan, ketika dihubungi Otorider beberapa waktu lalu.
Memang ada kemungkinan jenis tersebut dibutuhkan sehubungan dengan kontur Jawa Barat yang berbukit-bukit sehingga sesuai dengan kendaraan multipurpose.
Polemik muncul terkait video viral yang menampilkan puluhan ribu unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan pengecekan mendalam terhadap informasi tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance pada Selasa (7/4).
Purbaya mengakui bahwa tahun sebelumnya, terdapat pengajuan pengadaan motor dan komputer untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pada saat itu, Purbaya menegaskan pihaknya tidak menyetujui dan menolak pengajuan tersebut.
"Tahun lalu sempat kita enggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi," ungkap Purbaya dalam sebuah diskusi media di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Purbaya berpandangan bahwa alokasi anggaran untuk program MBG seharusnya lebih diprioritaskan untuk pengadaan makanan.
Ia juga berpendapat bahwa para mitra pelaksana program MBG sudah mendapatkan keuntungan yang memadai, sehingga mereka seharusnya dapat menyisihkan sebagian keuntungan untuk membiayai pembelian motor secara mandiri.
Di sisi lain, Kepala BGN, Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait pengadaan motor listrik ini. Ia menyatakan bahwa motor tersebut masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.
Tujuannya adalah untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4).
Dadan juga mengklarifikasi hingga saat ini, motor-motor itu belum didistribusikan pada pihak terkait. Ia juga menjelaskan bahwa kendaraan yang sudah tersedia harus melewati proses sebagai Barang Milik Negara (BMN), sebelum digunakan secara resmi.(*)










