Prabowo Klaim Motor Listrik Hemat 50-70 Persen, Ini Hitungan Biaya Sebenarnya
Simulasi biaya motor listrik vs motor bensin per tahun untuk 60 km/hari menunjukkan selisih Rp5,62 juta, dengan bensin Rp6,32 juta dan listrik Rp699.440.

OTORIDER - Motor listrik terus didorong untuk berkembang di Indonesia sebagai salah satu pilihan kendaraan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Selain menawarkan teknologi tanpa mesin pembakaran, motor listrik juga diklaim memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan sepeda motor bensin.
Presiden Prabowo Subianto bahkan menyebut penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran masyarakat hingga 50-70 persen dibandingkan motor bensin.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) dan ekosistemnya di fasilitas produksi PT ALVA, Cikarang, Jawa Barat.
"Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak, minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujar Prabowo.
Untuk melihat gambaran perbedaan biaya penggunaan motor listrik dan motor bensin, dilakukan simulasi perjalanan sejauh 60 kilometer per hari atau sekitar 1.320 kilometer per bulan dengan asumsi 22 hari kerja.
Biaya Motor Bensin Pakai Pertamax
Dalam simulasi ini digunakan sepeda motor bensin kelas 160 cc dengan asumsi konsumsi bahan bakar mencapai 40 km per liter.
Sementara itu, harga Pertamax yang digunakan dalam perhitungan adalah Rp15.950 per liter.
Dengan jarak tempuh 60 km per hari, kebutuhan bahan bakarnya mencapai:
60 km ÷ 40 km/liter = 1,5 liter per hari
Jika dikalikan harga Pertamax Rp15.950 per liter, biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan mencapai:
1,5 liter × Rp15.950 = Rp23.925 per hari
Dengan asumsi 22 hari kerja dalam sebulan, biaya BBM menjadi:
Rp23.925 × 22 hari = Rp526.350 per bulan
Dalam satu tahun, dengan asumsi penggunaan selama 12 bulan, biaya BBM mencapai sekitar:
Rp526.350 × 12 = Rp6,32 juta per tahun
Angka tersebut belum memasukkan biaya servis berkala, penggantian oli mesin, dan kebutuhan perawatan lainnya.
Biaya Motor Listrik Polytron Fox 350
Sebagai pembanding, perhitungan biaya penggunaan motor listrik menggunakan data dari situs resmi Polytron untuk Fox 350.
Dalam kalkulator biaya yang disediakan Polytron, penggunaan dengan jarak tempuh 60 km per hari menghasilkan estimasi biaya pengisian daya listrik sebesar Rp649.440 per tahun.
Polytron juga mencantumkan biaya perpanjangan STNK sebesar Rp50.000 per tahun serta biaya servis berkala Rp0 dalam simulasi tersebut.
Dengan demikian, berdasarkan angka yang tercantum pada kalkulator Polytron, total biaya operasional tahunan menjadi:
Rp649.440 + Rp50.000 = Rp699.440 per tahun
Artinya, jika hanya memperhitungkan biaya energi dan komponen biaya tahunan yang tercantum dalam kalkulator tersebut, motor listrik memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan biaya BBM motor bensin.

Selisih Biaya Motor Listrik dan Motor Bensin
Berdasarkan simulasi sederhana tersebut, motor bensin membutuhkan biaya Pertamax sekitar Rp6,32 juta per tahun untuk perjalanan 60 km per hari selama 22 hari kerja setiap bulan.
Sementara itu, motor listrik Polytron Fox 350 berdasarkan kalkulator resminya membutuhkan sekitar Rp699.440 per tahun, termasuk biaya perpanjangan STNK.
Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp5,62 juta per tahun.
Namun, perhitungan tersebut merupakan simulasi dan bukan perbandingan total biaya kepemilikan kendaraan. Biaya aktual dapat berbeda tergantung konsumsi kendaraan, tarif listrik, pola penggunaan, harga BBM, biaya perawatan, serta komponen lain yang tidak dimasukkan dalam simulasi.
Meski begitu, perbandingan ini menunjukkan salah satu alasan motor listrik terus didorong sebagai alternatif kendaraan untuk mobilitas harian. Biaya energi yang relatif rendah menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat yang memiliki jarak perjalanan cukup jauh setiap hari. (*)











