Siapa Sangka, Diva Ismayana, Rider Ducati MX Indonesia, Juga Sarjana S2
Tak saja berprestasi pada ajang olahraga motocross tetapi juga serius dalam memperoleh gelar akademik, hal yang patut ditiru pegiat motorsport lainnya.

OTORIDER – Ada hal yang bisa menjadi contoh bagi generasi muda yang mempunyai kesempatan meraih segudang prestasi jika dijalani dengan baik.
Seperti ketika kami menghadiri undangan Buka Bersama tim Ducati MX Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (24/2) lalu.
Dalam kesempatan itu pihak Ducati MX Indonesia dihadiri oleh Jimmy Budijanto, CEO Ducati Indonesia, yang juga Team Principal Ducati MX Indonesia, Dito Mulyawadi, Head of Technical Ducati MX Indonesia, Johny Pranata, Team Manager Ducati MX Indonesia, serta beberapa orang lagi dari Ducati Indonesia.
Diawali dengan suasana berbuka puasa yang cukup khidmat, perbincangan pun berlangsung, di mana Jimmy membukannya dengan menceritakan beberapa hal terkait tim Ducati MX Indonesia.
“Kami mengikuti Kejuaraan Nasional di Thailand,” ungkapnya. “Kami ingin bisa megibarkan bendera Indonesia pada kejuaraa tersebut, karena di sana, meski berasal dari luar negeri, titel juaranya tetap diakui,” jelas Jimmy.
Kondisi tersebut hamper saja terjadi, ketika Diva Ismayana, pembalap Ducati MX Indonesia memacu Ducati Desmo450 MX andalannya dan tampil impresif sejak gate drop.
Ia pun meraih Holeshot,yaitu meraih posisi pertama hingga melewati tikungan pertama sejak start, dan terus memimpin lomba dalam beberapa lap di Sirkuit Silver Rock, Loei, Thailand itu.
Namun, sayangnya pada lap ke-3 lelaki yang berlaga di ajang FMSTC Thailand putaran 1 itu pun mengalami dislokasi bahu, sehingga tak bisa melanjutkan balapan.
“Kondisi dislokasi bahu itu membuat seluruh lengan akan lemas,” ungkap Johnny Pranata, Crosser Senior yang menjadi Tim Manager Ducati MX Indonesia.
Namun demikian, gebrakan yang dilakukan Diva itu tentunya membuat rivalnya yang berasal dari beberapa tim pabrikan di sana pun memperhitungkannya.
“Kami menggunakan motor standar, dengan knalpot modifikasi seadanya, dan belum menyetelnya,” terang Dito Mulyawadi, Head of Technical Ducati MX Indonesia.
“Knalpot yang seharusnya dipasang belum sampai dari Bologna, Italia,” Jimmy menambahkan.
Tetapi ada hal menarik yang didapat dari pembicaraan yang cukup panjang dengan tim Ducati MX Indonesia itu.
“Meskipun berprestasi di bidang motorsport, sebaiknya sisi akademis tetap diperhatikan, Diva itu meraih gelar Sarjana S2, lho,” terang Jimmy.
Diva Ismayana, merupakan lulusan Sarjana S2 dari ISI Bali Jurusan Seni (Kriya), ungkap Inez Lawry, Marketing Director, Ducati Indonesia, yang juga hadir dalam acara tersebut.
“Hal itu penting, agar para atlet motorsport ketika sudah pension, tetap bisa meraih pekerjaan yang layak sesuai jenjang pendidikannya,” ungkap Jimmy, menerangkan pentingnya Pendidikan formal untuk masa depan. (*)










