Siswa SMK Masih Kesulitan Kuasai Mesin DOHC
Selain skuter matik, motor jenis sport masih sangat relevan untuk metode pembelajaran di sekolah binaan. Apalagi siswa SMK menganggap mesin DOHC itu menantang.

OTORIDER - Selain uang tunai dan pembinaan, ajang Festival Vokasi 2026 juga berhadiah motor berjenis sport sebagai sarana pembelajaran di sekolah para pemenang.
Pada kategori siswa, AHM memberikan apresiasi berupa Honda CBR150R dan di kategori guru, ada Honda CB150X. Lalu di kategori Rapor SMK TUK Terbaik, Best of The Best mendapatkan sepeda motor CBR250RR.
PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan penggunaan motor sport sebagai sarana praktik di sekolah binaan masih relevan, meski pasar sepeda motor nasional didominasi skuter matik dengan pangsa lebih dari 80 persen.
Hal itu disampaikan dalam ajang Festival Vokasi 2026 yang memberikan hadiah unit motor sport bagi pemenang lomba keterampilan siswa SMK.
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan motor sport dipilih karena memiliki teknologi yang lebih menantang untuk dipelajari siswa, salah satunya sistem katup DOHC.

“Motor jenis sport masih sangat relevan untuk metode pembelajaran di sekolah binaan. Karena motor ini memiliki sejumlah teknologi modern di antaranya DOHC,” ujarnya saat ditemui di Cikarang, Kamis (13/2).
Pria yang akrab disapa Muhib ini menambahkan, sekolah binaan saat ini sudah memiliki cukup banyak unit skuter matik untuk praktik, sehingga pemberian motor sport dinilai dapat memperkaya materi pembelajaran teknis siswa.
“Di sisi lain, motor matik untuk sekolah binaan sudah terbilang banyak, sehingga kami putuskan memberikan motor jenis sport,” katanya.
Pernyataan tersebut diamini oleh Made Kusbanu, guru dari SMK Islam 1 Blitar yang menjadi juara kategori guru. "Sekitar 80 persen siswa kami masih kesulitan menguasai materi mesin DOHC,” ungkapnya.
Dirinya menyebut perbedaan sistem kerja mesin DOHC dan SOHC membuat materi mesin dengan kem ganda ini lebih sulit dipahami. Hal ini ditambah dengan kurangnya unit praktik. "Di sekolah kami saja hanya ada satu mesin DOHC," paparnya.
Karena itu, motor hadiah kompetisi itu nantinya digunakan sebagai alat praktik di sekolah masing-masing pemenang guna meningkatkan kompetensi teknis siswa. (*)










