Vespa GTS 250 Diajak Touring Jakarta-Bogor, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Vespa GTS 250 juga dibekali Vespa MIA yang memiliki fitur navigasi turn by turn untuk membantu pengendara ketika melakukan perjalanan.

OTORIDER – PT Piaggio Indonesia menggelar sesi test ride Vespa GTS 250 pada Selasa-Rabu (1-2/9/2026). Meski skuter gambot tersebut telah diluncurkan sejak Mei lalu, kali ini sesi tes ditujukan untuk merasakan sensasi berkendara sekaligus performanya saat digunakan touring ke luar kota.
Titik keberangkatan dimulai dari kawasan Ampera, Jakarta Selatan, menuju Amba Hills, Megamendung, Bogor. Rute yang dipilih menyuguhkan beragam kondisi jalan, mulai dari kepadatan lalu lintas perkotaan hingga jalan berkelok dan menanjak di kawasan Sentul hingga Megamendung.
Handling Istimewa
Kondisi tersebut membuat sejumlah kemampuan Vespa GTS 250 terasa lebih optimal untuk diuji, salah satunya handling. Saat menembus kemacetan di kawasan Jalan Raya Bogor, skuter ini harus menghadapi kondisi jalan yang cukup banyak memberikan kejutan.

OTORIDER bahkan sempat merasakan manfaat sistem pengereman ABS dual channel ketika melakukan pengereman mendadak. Fitur tersebut membantu menjaga kontrol dan membuat handling motor tetap optimal dalam kondisi tersebut.
Beranjak ke jalur berliku, termasuk ketika melibas jalan dengan permukaan kurang baik, suspensi bawaan Vespa GTS 250 juga menunjukkan karakter yang nyaman.
Dengan harga Rp 97 juta on the road (OTR) Jakarta, suspensinya terasa empuk namun tetap mampu menjaga kelincahan motor ketika diajak meliuk di kawasan Bukit Pelangi.
Mesin Bertenaga
Dari sektor mesin, kapasitas Vespa GTS 250 memang mengalami penurunan dari 278 cc pada versi sebelumnya menjadi 249 cc. Namun, performanya tetap mumpuni untuk melibas tanjakan.

Tenaga mesin masih terasa terisi, terutama pada putaran menengah hingga atas. Untuk digunakan melaju lebih cepat pun masih terasa nyaman. Mesin HPE berpendingin cair yang digunakan mampu menghasilkan tenaga 22 dk pada 7.750 rpm dan torsi 22,1 Nm pada 6.000 rpm.
Karakter tenaga tersebut juga tidak terlalu galak ketika digunakan dalam kondisi stop and go. Hal ini membuat Vespa GTS 250 tetap cocok digunakan untuk aktivitas harian di perkotaan.
Banyak Fitur Penunjang
Selain performa mesin, terdapat sejumlah fitur pendukung yang menarik perhatian, seperti sistem kontrol traksi ASR (Anti Slip Regulation). Vespa GTS 250 juga dibekali Vespa MIA yang memiliki fitur navigasi turn by turn untuk membantu pengendara ketika melakukan perjalanan.

Jok Lebar dan Tanpa Stopper
Meski menawarkan kenyamanan untuk penggunaan harian maupun touring, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya adalah jok yang lebih lebar dibandingkan Vespa Sprint atau Primavera series.
Saat digunakan untuk perjalanan jauh, ukuran jok tersebut membuat bagian bokong terasa lebih cepat panas. Selain itu, area bagasi tidak dilengkapi stopper jok seperti yang terdapat pada Vespa Sprint.
Alhasil, pengendara perlu memperhatikan posisi jok atau menahannya secara manual ketika hendak membuka bagasi.

Diluar kekurangannya itu, Vespa GTS 250 bisa jadi pilihan bagi Anda yang ingin skuter kalcer untuk harian atau sekadar touring jarak dekat atau menengah. (*)











