Indomobil eMotor Sambut Kehadiran Merek Baru, Yakin Pasar Motor Listrik Indonesia Bisa Tumbuh
Indomobil eMotor sambut merek baru motor listrik seperti VinFast dan Omoway. CEO Pius Wirawan menilai kehadiran kompetitor dapat mempercepat pertumbuhan pasar yang masih di kisaran 1 persen.

OTORIDER – Persaingan industri motor listrik di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya sejumlah merek baru. Setelah sebelumnya diramaikan berbagai pabrikan asal Tiongkok, kini merek seperti VinFast dan Omoway turut meramaikan pasar kendaraan roda dua listrik nasional.
Menanggapi kondisi tersebut, CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, justru menyambut positif kehadiran para pemain baru. Menurutnya, semakin banyak merek yang masuk akan membantu mempercepat pertumbuhan pasar motor listrik di Indonesia yang saat ini masih relatif kecil.
"Welcome dan senang dengan adanya pemain baru dan kompetitor. Kami akan sama-sama membangun ekosistem," ujar Pius kepada Otorider.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pius menjelaskan, meski saat ini sudah terdapat sekitar 65 merek motor listrik yang beredar di Indonesia, penetrasi pasar kendaraan listrik roda dua masih berada di kisaran 1 persen. Angka tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar.
Ia meyakini kehadiran merek-merek baru dengan strategi yang berbeda dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan listrik.
"Market kita masih 1 persen, masih sangat kecil sekali. Jadi saya yakin dengan adanya pemain baru, dengan strategi baru akan meningkatkan awareness motor listrik di masyarakat," katanya.
Meski persaingan semakin ketat, Indomobil eMotor mengaku tidak secara khusus memfokuskan strategi bisnisnya untuk menghadapi merek tertentu. Perusahaan memilih tetap berpegang pada kebutuhan konsumen sebagai prioritas utama.
Menurut Pius, karakter konsumen Indonesia memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan pasar lain. Karena itu, keberhasilan sebuah merek motor listrik tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukungnya.

"Konsumen Indonesia itu unik. Tidak bisa hanya menawarkan produk, tetapi juga harus menyiapkan ekosistem yang lengkap," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Indomobil eMotor saat ini telah didukung sekitar 150 jaringan dealer dan lebih dari 200 jaringan bengkel yang tersebar di berbagai daerah.
Pius menegaskan, strategi perusahaan tetap berorientasi pada konsumen melalui pendekatan customer first. Selain menghadirkan teknologi modern, faktor keandalan kendaraan juga menjadi perhatian utama.
"Motor itu dipakai sehari-hari. Teknologi boleh canggih, tetapi harus reliable, harus kuat," tutupnya. (*)











