Mudik Tinggalkan Motor Listrik di Rumah, Perlukah Mematikan MCB?
Saat mudik dan meninggalkan motor listrik di rumah, apakah perlu mematikan MCB? Simak penjelasan soal keamanan baterai dan kelistrikan agar tetap aman saat ditinggal lama.

OTORIDER - Menjelang musim mudik Lebaran, banyak pemilik motor listrik yang memilih meninggalkan kendaraannya di rumah selama beberapa hari hingga minggu. Hal ini pun memunculkan pertanyaan baru di kalangan pengguna, apakah motor listrik yang ditinggal mudik perlu mematikan MCB (Miniature Circuit Breaker) ?
Pertanyaan ini cukup wajar, mengingat motor listrik memiliki sistem baterai yang jika tidak diperhatikan dengan benar, pengguna khawatir akan muncul potensi risiko kelistrikan.
Tidak Wajib Mematikan MCB
Secara umum, mematikan MCB tidak menjadi kewajiban ketika meninggalkan motor listrik di rumah saat mudik. Selama motor tidak sedang dalam proses pengisian daya, sistem kelistrikan pada motor listrik tidak akan mengalirkan listrik dari jaringan rumah. “Mematikan MCB umumnya dilakukan ketika motor listrik ditinggalkan dalam waktu yang sangat lama. Namun, jika perjalanan mudik hanya berlangsung sekitar 1–2 minggu, pengguna tidak perlu mematikan MCB.” ujar Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly saat ditemui Otorider, Selasa (10/3/2026).
Terhubung dengan Aplikasi Smartphone
Salah satu fitur menarik dari Polytron adalah kemampuannya terhubung dengan aplikasi Polytron EV di smartphone. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memantau berbagai informasi kendaraan secara real-time.
Fitur ini memungkinkan pemilik motor mengetahui status kendaraan, kondisi sistem, hingga lokasi motor secara langsung dari ponsel. “Dengan sistem tetap aktif, pengguna masih dapat memantau dan melacak posisi terakhir kendaraan melalui sinyal GPS pada aplikasi, sehingga memudahkan pengecekan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Ilman
Hindari Mengisi Baterai Hingga 100 Persen
Selain itu, pengguna juga disarankan tidak meninggalkan baterai dalam kondisi penuh 100 persen untuk waktu yang lama. Baterai lithium yang tersimpan terlalu lama dalam kondisi penuh dapat memengaruhi kesehatan baterai.
Idealnya, baterai motor listrik disimpan pada level sekitar 40–60 persen saat kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama. “Sebelum meninggalkan motor dalam waktu beberapa hari hingga minggu, disarankan untuk mengisi daya baterai sekitar 50% dari kapasitas. Kondisi ini membantu menjaga kesehatan baterai selama kendaraan tidak digunakan,” ungkap Ilman.
Dengan langkah tersebut, motor listrik tetap aman ditinggalkan selama mudik, sekaligus tetap bisa dipantau melalui aplikasi di smartphone. (*)







_2024_6fk5.webp)


