Polytron Ubah Skema Subsidi Motor Listrik, Ini Rinciannya untuk Fox Series
Polytron melakukan perubahan subsidi motor listrik mulai Maret 2026. Fox 350 kini mendapat subsidi Rp6,5 juta, Fox 200 tetap Rp7 juta, dan Fox 500 sebesar Rp5 juta.

OTORIDER - Produsen elektronik asal Indonesia, Polytron, melakukan penyesuaian nilai subsidi untuk beberapa lini motor listriknya mulai Maret 2026. Perubahan ini berlaku pada model Fox Series, yang selama ini menjadi salah satu andalan perusahaan di segmen kendaraan listrik roda dua.
Sebelumnya, nilai subsidi untuk sejumlah model Polytron sempat mencapai Rp7 juta. Namun kini, terdapat penyesuaian yang membuat besaran insentif berbeda pada setiap model.
Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan yang dilakukan secara berkala setiap bulan.
“Ada, tapi 6,5 juta, bukan 7 juta. Jadi subsidi-nya 6,5 juta mulai Maret ini. Sampai kapan? nanti kita lihat perkembangan per bulannya,” ujar Ilman saat ditemui Otorider, Selasa (10/2/2026).
Besaran Subsidi Berbeda untuk Setiap Model
Ilman menjelaskan bahwa skema subsidi yang diberikan Polytron kini dibedakan berdasarkan model motor listrik yang dipasarkan. Untuk model Polytron Fox 350, besaran subsidi yang diberikan kini sebesar Rp6,5 juta. Nilai ini lebih kecil dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp7 juta.
Sementara itu, untuk model Polytron Fox 200, besaran subsidi masih dipertahankan sebesar Rp7 juta dan belum mengalami perubahan. Sedangkan model Polytron Fox 500, mendapatkan subsidi sebesar Rp5 juta.
“Karena kita mengeluarkan subsidi itu per bulan. Jadi ada periode waktu per bulan, per bulan. Untuk sekarang Fox 350, 6,5 juta. Fox 200 tetap 7 juta. Fox 500 itu 5 juta,” ungkap Ilman.
Evaluasi Subsidi Dilakukan Secara Berkala
Menurut Ilman, kebijakan subsidi dari Polytron tidak bersifat permanen dan akan dievaluasi secara berkala. Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi penjualan sesuai kondisi pasar serta permintaan konsumen.
Dengan skema evaluasi per bulan, Polytron dapat menentukan apakah subsidi akan dipertahankan, ditingkatkan, atau bahkan disesuaikan kembali pada periode berikutnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga daya tarik produk motor listriknya di tengah persaingan pasar yang semakin ketat di Indonesia.
Harga Sewa Baterai Masih Stabil
Selain subsidi pembelian unit, Polytron juga menerapkan sistem sewa baterai pada motor listriknya. Skema ini memungkinkan konsumen membeli motor dengan harga lebih terjangkau karena baterai tidak termasuk dalam harga unit.
Terkait biaya sewa baterai, Ilman memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana kenaikan tarif.
“Kalau sewa baterainya sih panjang umurnya akan di angka itu. Ya, so far masih belum ada kenaikan. Mungkin tahun ini juga masih belum ada kenaikan untuk sewa baterainya,” paparnya.
Dengan biaya sewa yang relatif stabil, Polytron berharap pengguna motor listrik tetap dapat menikmati biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Dengan berbagai model seperti Fox 200, Fox 350, dan Fox 500, Polytron berusaha menawarkan pilihan motor listrik yang dapat menjangkau berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari penggunaan harian di perkotaan hingga mobilitas jarak menengah. Perubahan besaran subsidi pada lini Fox Series diharapkan dapat menjaga minat masyarakat terhadap motor listrik, sekaligus memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi konsumen. (*)










