Saat Ditinggal Mudik, Baterai Motor Listrik Tidak Perlu Diisi 100 Persen

Dipublikasikan : Kamis, 12 Maret 2026 14:05

Pemilik motor listrik disarankan tidak mengisi baterai hingga 100 persen saat ditinggal mudik lama. Idealnya baterai berada di level 40–60 persen

Saat Ditinggal Mudik, Baterai Motor Listrik Tidak Perlu Diisi 100 Persen
Motor listrik Polytron Fox 200 (Foto : Otorider/Gemilang Isromi Nuar)
Otorider hadir di WhatsApp Channel Follow

OTORIDER - Motor listrik semakin banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai kendaraan harian karena efisiensi biaya operasional dan teknologi yang semakin modern. Namun, masih banyak pemilik motor listrik yang belum memahami cara penyimpanan kendaraan yang tepat saat akan ditinggalkan dalam waktu lama, terutama ketika bepergian atau mudik ke kampung halaman.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah kondisi baterai. Para ahli menyarankan agar baterai motor listrik tidak diisi penuh hingga 100 persen ketika kendaraan akan ditinggalkan dalam jangka waktu beberapa hari hingga minggu.

Idealnya Baterai di Level 40–60 Persen

Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Hanny, menjelaskan bahwa kondisi baterai yang paling aman saat motor tidak digunakan adalah berada di kisaran 40 hingga 60 persen. Menurutnya, kondisi tersebut membuat sel baterai tetap stabil dan tidak mengalami tekanan berlebih selama masa penyimpanan.

“Jadi kenapa kita antara 40 sampai 50 persen itu tidak perlu di-charge. Bahkan untuk motor baru itu saat penyimpanan tidak perlu di-charge, semua antara 40 sampai 60 persen,” ujar Hanny di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dengan kondisi baterai di level tersebut, sistem baterai tetap berada pada kondisi yang sehat dan siap digunakan kembali ketika pemilik kendaraan kembali mengoperasikannya.

Membantu Baterai “Bangun” Secara Bertahap

Hanny menjelaskan bahwa menyimpan baterai dalam kondisi tidak terlalu penuh juga membantu proses pengisian daya ketika motor kembali digunakan.

Ia mengibaratkan proses tersebut seperti seseorang yang baru bangun tidur. Jika dibangunkan secara perlahan, tubuh akan beradaptasi lebih baik dibandingkan jika langsung dipaksa aktif secara tiba-tiba. “Supaya waktu kita di-charge dia langsung mengisi, istilahnya orang kalau tidur dibangunin pelan-pelan jadi tidak kaget,” kata dia.

Dengan kata lain, kondisi baterai yang tidak terlalu penuh membuat proses pengisian berikutnya dapat berjalan lebih stabil dan optimal.

Penurunan Daya Sangat Kecil

Pemilik motor listrik juga tidak perlu khawatir baterai akan cepat berkurang saat kendaraan ditinggalkan dalam kondisi mati total. Menurut Hanny, ketika motor benar-benar dalam kondisi off, penurunan daya baterai sangat kecil bahkan hampir tidak terasa.

“Kalau turun itu mungkin tidak akan lebih dari 1 persen. Bahkan bisa dikatakan tidak turun, karena waktu kita tinggal itu kondisi off semua,” ujar dia.

Hal ini karena sistem kelistrikan kendaraan tidak aktif sehingga konsumsi energi hampir tidak ada.

Dengan memperhatikan kondisi baterai dan cara penyimpanan yang tepat, motor listrik dapat tetap dalam kondisi optimal meski tidak digunakan dalam waktu lama. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telegram Channel
Google News
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Bagikan  

Video

Tetap Terhubung Bersama Kami
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
[email protected] (Redaksi)
[email protected] (Marketing)
OTORIDER.com Member of : Logo Bintang Langit Multimedia
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.