Arai Agaska Bidik Poin Perdana di World Sportbike Assen 2026
Sejumlah langkah persiapan telah dilakukan Arai Agaska, termasuk menjalani sesi latihan di Misano, Italia, yang diklaim memberikan hasil positif.

OTORIDER - Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Arai Agaska, terus mematangkan persiapan jelang putaran kedua World Sportbike 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Assen, Belanda, pada 17–19 April.
Memasuki musim debutnya di ajang tersebut, Arai masih beradaptasi dengan karakter balap dan tunggangannya, Yamaha YZF-R7.
Sejumlah langkah persiapan telah dilakukan, termasuk menjalani sesi latihan di Misano, Italia, yang diklaim memberikan hasil positif.
Peningkatan mulai terlihat dari sisi setelan motor yang kini lebih sesuai dengan gaya balap Arai. Selain itu, pembalap asal Nusa Tenggara Barat tersebut juga fokus menjaga kondisi fisik guna meningkatkan stamina, sebagai faktor penting dalam menghadapi persaingan ketat di lintasan.
Assen dikenal sebagai sirkuit berkarakter cepat dengan kombinasi tikungan tajam yang menuntut agresivitas pembalap. Karakter ini dinilai cukup cocok dengan gaya balap Arai, meski ia belum memiliki pengalaman balapan di trek tersebut.
“Saya menantikan seri Assen karena belum pernah balapan di trek itu. Ini akan jadi pengalaman baru yang menambah jam terbang di kejuaraan dunia. Kesempatan latihan di Eropa telah saya manfaatkan untuk mengasah skill dan performa, juga makin terbiasa menggeber Yamaha R7. Semoga ini turut mendukung saya mendapatkan poin perdana di World Sportbike dari race Assen,” ujar Arai Agaska yang memperkuat tim ProGP NitiRacing.
Pada putaran perdana di Portimao, Portugal, Arai finis di posisi ke-20 pada race pertama dan ke-23 pada race kedua. Hasil tersebut menempatkannya di peringkat ke-26 klasemen sementara tanpa poin.
Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Wahyu Rusmayadi, menyebut latihan di Eropa menjadi bagian penting dalam proses adaptasi Arai.
“Seri 2 Assen jadi tantangan Arai Agaska selanjutnya untuk melakukan improvement setelah berbenah melalui latihan di Eropa. Cara itu berdampak positif karena ada progres yang dibutuhkan untuk menyesuaikan dengan atmosfer balapan yang sengit di World Sportbike. Ini menjadi modal penting menuju race di Assen, bertahap memoles performa dalam rangkaian perjalanan musim ini,” tutup Wahyu. (*)
Cek Hal Menarik Saat Touring ke Bengkulu, Bisa Jadi Alternatif Liburan Panjang
Suzuka 8 Hours 2026 Makin Panas, Honda Turunkan Jonathan Rea dan Yamaha Balas dengan Jack Miller
Raih Podium di Buriram, Posisi Rider Yamaha Racing Indonesia Naik di Klasemen ARRC 2026 









