Curhat Quartararo Soal Yamaha yang Makin Menurun Performanya
Bahkan dengan mesin baru yang berkonfigurasi V4, Quartararo tampil dengan performa yang tidak lebih baik. Namun tes Jerez ia mendapat hasil positif.

OTORIDER – Yamaha masih mengembangkan mesin V4 sebagai pengganti inline-4 yang sebelumnya digunakan pada tunggangan MotoGP andalannya.
Fabio Quartaro, sebagai salah satu penunggang andalan Tim Garputala itu, merasakan bahwa mesin baru yang digunakan pada tunggangannya belum dapat memiliki performa maksimal.
Sebagai perbandingan, pada GP Jerez 2025, Fabio Quartararo dengan mesin inline-4, masih dapat meraih pole position dan bertarung di barisan depan serta finish di posisi kedua dengan hanya terpaut, 1,56 detik dengan Juara Pertama.
Sedangkan tahun ini di sirkuit yang sama, ia menggunakan mesin V4 hanya dapat meraih posisi ke-14, serta perbedaan dengan pemenang, 2,95 detik. Serta total waktu balap 41 menit 18 detik di mana tahun lalu 40 menit 56 detik.
Tampak jelas bahwa dengan mesin baru, tunggangannya lebih lambat dibandingkan dengan tahun lalu, bahkan saking kesalnya, rider asal Prancis itu melebih-lebihkan dengan menyatakan dengan mesin itu ia lebih lambat 35 detik, meski sebenarnya hanya 22 detik.
Fabio juga menyatakan bahwa sejatinya mesin inline-4 bukanlah motor yang buruk secara fundamental. Ia memiliki kemampuan pengereman kuat, stabil saat memasuki tikungan dan memiliki kecepatan di tengah tikungan yang mumpuni.
Namun, pada mesin V4 ini, seolah menghapus karakter tradisional tersebut. Padahal pada mesin inline-4, kekurangannya adalah hanya pada cengkeraman roda belakang dan kecepatan puncak di trek lurus yang kurang.
“Saya rasa kita tidak akan mencapai hal positif seperti tahun lalu, ketika kita sangat cepat dengan mesin empat silinder segaris. Sejujurnya, saya lebih suka tidak melihat data, karena kita sudah sangat tertinggal,” ungkap Quartararo dilansir Motosan.es.
“Ini motor yang benar-benar berbeda, tetapi sebagai pembalap, saya bisa tahu di mana saya paling lambat. Saya tidak ingin melihat data dari tikungan terakhir, karena saya sudah tahu seberapa besar kita akan tertinggal dibandingkan tahun lalu," lanjutnya.
Yamaha dengan V4 tidak memiliki apa yang disebut front-end sensibility, yang menjadi andalan utama Quartararo untuk bermanuver agresif. Tunggangan kali ini disebut tidak memiliki grip, tidak mau berbelok dan tidak memberikan kepercayaan diri saat melakukan pengereman.
Ternyata mengganti mesin di bawah tangki Yamaha YZR-M1 itu bukanlah perkara mudah, karena termasuk menghitung ulang distribusi bobot, karakter sasis juga aerodinamika.
Tetapi tes di Jerez, Quartararo menemukan hal positif, seperti dilansir Crash.Net.
Ia menjalani tes Jerez yang lebih positif dengan berada posisi ketujuh, terpaut 0,495s dari waktu puncak timesheets. Lebih lanjut, pembalap Prancis itu menemukan peningkatan feeling bagian depan dengan YZR-M1 V4.
“Kami melakukan banyak pengujian hari ini dengan sasis elektronik, lengan ayun, dan aerodinamika,” kata Quartararo.
“Kami sudah mencoba sasis selama akhir pekan balapan, tetapi saya menguji banyak aerodinamika hari ini, dan saya pikir yang terakhir saya gunakan adalah yang paling positif,” katanya lagi.
“Untuk beberapa hal, kami masih perlu mencari cara untuk lebih meningkatkannya, tetapi tampaknya kami menemukan sedikit peningkatan pada bagian depan hari ini dengan setup dan aerodinamika. Jadi dalam hal itu, saya cukup senang. Kita tahu kita banyak kekurangan, tetapi saya pikir saya menemukan sesuatu di area spesifik itu,” lanjutnya.
“Ini sangat membantu ketika saya mulai merasakan bagian depan. Saya perlu merasakan di mana batasnya,” tambahnya lagi.
Meskipun demikian, Quartararo memilih untuk tidak mengharapkan keajaiban di balapan kandangnya di Prancis, di Le Mans dalam dua minggu mendatang.
“Saya pikir akan sedikit lebih baik, tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa saya optimis,” lanjutnya.
“Saya rasa kami tidak menemukan sesuatu yang besar; itu detail kecil yang dapat membantu saya dalam balapan. Tetapi jujur saja, kami tidak menemukan sesuatu yang benar-benar penting,” tambahnya.
Sementara itu, Jack Miller adalah pembalap Yamaha tercepat berikutnya, di posisi ke-17 (+1,095 detik). (*)










