Finish Di Atas Pimpinan Klasemen, Veda Ega Raih Hasil Positif di FP1 Moto3 Inggris 2026
Veda Ega Pratama berhasil meraih posisi ke-3 pada FP1 di Sirkuit Silverstone, Inggris. Ia berada di atas Maximo Quales di posisi ke-7.

OTORIDER – Mengemban predikat sebagai pemegang posisi puncak Klasemen Sementara Pembalap, tentu menjadi beban tersendiri bagi seorang rider, termasuk Maximo Quales, yang saat ini berada di puncak Klasemen Sementara pembalap Moto3.
Pada dua agenda latihan di Sirkuit Silverstone pada Jumat (17/7) itu, Maximo Quiles masih belum keluar gregetnya dalam melahap lintasan balap sepanjang 5,9 kilometer itu.
Murid Marc Marquez itu hanya dapat menyelesaikan FP1 di Moto3 Inggris itu dengan 2 menit 11097 detik yang membuatnya meraih posisi ke-7.
Itu sebabnya ia berada 0,544 detik di belakang David Almasan dari Intact GP yang menjadi pembalap tercepat pada FP1 tersebut.
Bahkan, Quiles pun di bawah pembalap pendatang baru dari Indonesia, Vega Eda Pratama, dari Honda Team Asia, yang berada satu tingkat di depan Quiles.
Ketika itu Veda berada di urutan ke-6 dengan waktu 2 menit 11,085 detik.
Begitu pun ketika latihan bebas untuk masuk ke Q2, Quiles kembali berada di belakang rider asal Gunungkidul, Jogjakarga itu.
Walau catatan waktunya meningkat menjadi 1 menit 09,838 detik, Quiles masih berada di posisi ke-7, di belakang Veda yang meraih waktu 2 menit 09,639 detik.
Rider asal Jogjakarta itu berada 0,071 detik di belakang Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech 3 yang meraih posisi tercepat.
Quiles pun menyatakan bahwa ia merasa motornya tidak sama seperti ia rasakan pada balap terakhir sebelum jeda musim panas.
Tetapi ia merasa puas karena dapat memiiki umpan balik untuk memperbaiki motornya.
"Kami mencoba beberapa hal yang pada akhirnya tidak berhasil, tetapi tetap positif karena kami dapat mengumpulkan banyak informasi," ucap Quiles.
"Pagi ini saya berpikir saya baru saja kembali dari pantai, saya sangat bersemangat, tetapi saya tidak memiliki sensasi yang baik. Meskipun begitu, kami menyelesaikannya dengan cepat," imbuhnya, seperti dilansir laman resmi Team Aspar.
Ada perubahan pada setelan motornya, yang secara perlahan membuatnya mampu meningkatkan kecepatan pada saat practice.
"Pada sesi siang (Practice) saya merasa jauh lebih baik, kami kembali ke pengaturan sebelumnya, jadi saya mengenal motornya dan saya sangat termotivasi," ucap Quiles.
Ia menyatakan bahwa ingin melaju sendirian dan fokus pada diri sendiri, dan masih menggunakan metode yang sama seperti biasanya, karena menurutnya hal itu berhasil. (*)











