Insiden Zarco Buat Pembalap MotoGP Minta Ubah Tikungan 1 Barcelona
Insiden Zarco buat pembalap MotoGP usul ubah tikungan 1 Barcelona. Fabio Di Giannantonio dan Joan Mir soroti risiko pengereman dari kecepatan tinggi saat start ulang di GP Catalunya.

OTORIDER – Sebelumnya zona pengereman di Barcelona menjadi lokasi insiden besar yang melibatka Takaaki Nakagami ada 2023 dan Enea Bastianini pada 2024.
Tahun ini, Johann Zarco mengalami kecelakaan, pada saat start ulang, ia bertabrakan dengan Pecco Bagnaia dan Luca Marini. Pembalap LCR Honda itu tersangkut di motor Bagnaia dan menyebabkan cedera.
Beberapa waktu lalu, Jack Miller pernah menyarankan agar start di sirkuit tersebut mendekat ke Tikungan 1 agar pembalap bisa mengurangi kecepatan yang dicapai sebelum melakukan pengereman.
Hal tersebut belum terjadi, namun pada hari Minggu (17/5) lalu, Juara GP Catalunya, Fabio Di Giannantonio kembali mengajukan usulan tersebut.
“Dengan start yang begitu jauh dari tikungan pertama, kami sampai di sana dengan kecepatan tinggi, tetapi bukan kecepatan yang biasa kami capai [pada lap normal],” kata pembalap VR46 Ducati itu.
“Jadi kami tidak benar-benar tahu titik pengereman yang sempurna untuk tikungan pertama. Jadi kesalahan kecil bisa menjadi kesalahan besar dan menyebabkan bencana besar. Hal yang sempurna, saya pikir setiap pembalap akan setuju dengan ini, adalah memulai sedekat mungkin dengan tikungan pertama,” katanya.
“Lalu kita bisa masuk dan melewatinya, dan setiap orang bisa mendapatkan tempatnya di ‘ular’ besar para pengendara,” ungkapnya lagi.
Kecepatan yang tinggi, juga berpengaruh pada downforce pada saat pengereman.
“Tentu saja, tiba di sana dengan gigi kelima dengan kecepatan tinggi, dengan banyak pergerakan aerodinamis, banyak turbulensi - itu juga merupakan masalah besar saat ini,” katanya.
“Ketika Anda berada di antara motor, motor tersebut benar-benar berbeda dibandingkan ketika Anda hanya berada di belakang satu motor. Jadi, semua hal itu hanya Anda alami dua kali dalam satu akhir pekan, Sprint Race dan Grand Prix. Dan sangat, sangat sulit untuk bersikap tepat dan mengelolanya,” lanjutnya.
Hal tersebut juga didukung oleh Joan Mir, yang sebelumnya finish kedua dan kehilangan podium karena terkena penalti tekanan ban.
“Saya sepenuhnya setuju dengan Diggia, karena di tikungan pertama kita sudah mencapai gigi kelima. Titik pengeremannya sangat panjang. Ada 20 motor yang berhenti di sana dari kecepatan 300 km/jam,” kata pembalap HRC, Mir.
“Tentu saja, ruang untuk kesalahan sangat sempit. Dan saya pikir, ya, mungkin solusi yang baik adalah menggeser grid sedikit ke depan, untuk mencapai tikungan pertama dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah,” lanjutnya.
“Saya yakin kita akan membicarakannya. Kita akan mencoba mencari keselamatan semua orang. Tetapi pada akhirnya, ini adalah risiko di trek ini. Jadi semoga kita bisa menyelesaikan ini untuk masa depan,” ungkapnya. (*)











