Kasus Bezzecchi Diskualifikasi, Awalnya Mirip Masalah Vinales di Yamaha
Melihat hal yang mirip Vinales di Yamaha tersebut, Bezzecchi langsung menghampiri lokasi karena khawatir motornya mengalami kerusakan.

OTORIDER - Marco Bezzecchi dipastikan tidak bisa mengikuti balapan utama MotoGP Ceko 2026 setelah banding yang diajukan Aprilia Racing ditolak oleh FIM. Pemuncak klasemen sementara MotoGP itu tetap dijatuhi hukuman diskualifikasi akibat insiden dengan marshal usai Sprint Race di Sirkuit Brno.
Kejadian bermula ketika Bezzecchi terjatuh di Tikungan 3 saat Sprint Race menyisakan dua lap. Ketika para marshal berusaha mengevakuasi motor Aprilia RS-GP miliknya, salah satu petugas tanpa sengaja memutar tuas gas hingga mesin meraung dalam putaran tinggi.
Melihat hal tersebut, Bezzecchi langsung menghampiri lokasi karena khawatir motornya mengalami kerusakan.
Namun situasi kemudian memanas. Dalam kondisi emosi, rider Italia itu mendorong dan memukul marshal yang sedang bertugas.
Tindakan tersebut dianggap melanggar Pasal 3.3.2.2 Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM mengenai perilaku yang merugikan kepentingan olahraga balap motor. Steward MotoGP pun menjatuhkan sanksi larangan tampil pada balapan utama GP Ceko 2026.
Banding yang diajukan Aprilia Racing setelah Sprint Race juga tidak mengubah keputusan tersebut. FIM tetap mempertahankan hukuman yang dijatuhkan kepada Bezzecchi sehingga ia kehilangan kesempatan meraih poin penting dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Menariknya, kemarahan Bezzecchi dipicu oleh kekhawatiran yang cukup beralasan. Di MotoGP, putaran mesin yang terlalu tinggi saat motor tidak berada dalam kondisi ideal memang berpotensi menimbulkan kerusakan komponen internal mesin.
Insiden Mesin Over-Rev Mirip Vinales
Kasus ini mengingatkan pada insiden yang melibatkan Maverick Vinales saat masih membela Yamaha pada musim 2021. Kala itu, Yamaha sampai menskors dan menarik Vinales dari GP Austria setelah analisis data telemetry menunjukkan adanya "operasi motor yang tidak wajar" selama GP Styria. Pabrikan Jepang tersebut menilai tindakan Vinales berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada mesin YZR-M1 dan membahayakan pembalap lain.
Sejumlah laporan bahkan menyebut Vinales sengaja menggeber mesin hingga over-rev dalam kondisi tertentu sebagai bentuk frustrasi terhadap performa motornya. Aksi itu akhirnya menjadi salah satu pemicu memburuknya hubungan antara Vinales dan Yamaha sebelum keduanya resmi berpisah pada akhir musim 2021.
Bedanya, pada kasus Vinales, tindakan menggeber mesin dilakukan oleh pembalap sendiri dan berujung sanksi dari tim. Sementara dalam insiden Brno, putaran mesin tinggi justru terjadi akibat kesalahan marshal saat mengevakuasi motor. Meski demikian, FIM menegaskan bahwa alasan tersebut tidak bisa membenarkan tindakan fisik Bezzecchi terhadap petugas lintasan yang sedang menjalankan tugasnya.
Akibat hukuman tersebut, Aprilia kehilangan salah satu andalannya pada balapan utama MotoGP Ceko 2026. Sementara Bezzecchi harus menerima kenyataan kehilangan poin berharga yang bisa berdampak besar terhadap peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia musim ini. (*)











