Livery Yamaha Pramac Ini Dirancang Desainer Ferrari, Tapi Bukan Luce
MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan lalu, tim Yamaha Pramac mencuri perhatian. Karena livery spesialnya dirancang oleh Pininfarina, sang desainer Ferrari.

OTORIDER – Mobil listrik Ferrari Luce tengah jadi bahan olok-olok di seluruh dunia. Ini karena tampangnya yang tak mewakili kesan gahar Ferrari. Dan livery spesial yang digunakan tim Prima Pramac Yamaha, justru dibuat oleh desainer Ferrari.
Yup, pada MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan lalu, tim Yamaha Pramac mencuri perhatian. Bukan sekadar karena tampil beda dari warna ungu khas tim satelit Yamaha tersebut, tetapi juga karena desainnya digarap oleh rumah desain legendaris Italia, Pininfarina.
Merekalah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai perancang berbagai mobil eksotis dunia, termasuk Ferrari F12 Berlinetta.
Kolaborasi ini menghadirkan tampilan baru pada Yamaha YZR-M1 V4 milik Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu. Keduanya meninggalkan warna dominan ungu yang biasa digunakan sepanjang musim dan beralih ke livery bernuansa putih dengan grafis minimalis yang lebih elegan.
Menurut Pininfarina, pendekatan desain yang dipilih mengedepankan kesederhanaan dan kemurnian bentuk. Seperti dikutip dari keterangan yang dirilis menjelang MotoGP Mugello, desain tersebut menghadirkan tampilan yang lebih esensial dengan warna putih sebagai elemen utama.
Sentuhan khas rumah desain yang bermarkas di Turin itu membuat motor balap Pramac tampil berbeda dibanding livery edisi khusus yang biasanya sarat grafis agresif.
Karakter desainnya justru terasa bersih, modern, dan premium, sehingga berpotensi menjadi referensi menarik bagi pemilik motor yang ingin melakukan modifikasi dengan konsep elegan tanpa ornamen berlebihan.
Nama Pininfarina sendiri bukan pemain baru di dunia desain otomotif. Selain identik dengan Ferrari, studio ini juga terlibat dalam pengembangan berbagai mobil ikonik dari sejumlah pabrikan besar dunia.

Karena itu, kolaborasi dengan Yamaha dan Pramac menghadirkan nuansa desain yang lebih dekat dengan dunia otomotif premium ketimbang sekadar dekorasi balap biasa.
“Livery ini lahir dari bersatunya entitas yang berbeda namun memiliki visi keunggulan yang sama. Pininfarina menerjemahkan warisan visual yang kuat melalui bahasa desain yang esensial, elegan, dan instan menjadi ikonik, yang memang dirancang untuk mempertegas kedinamisan sebuah motor MotoGP," ucap Paolo Dellechà, CEO Pininfarina.
Pada balapan utama MotoGP Italia 2026, livery spesial tersebut belum mampu mengantar pembalap Pramac meraih hasil gemilang. Saat lomba berlangsung, Miller berada di posisi ke-15, sementara Razgatlioglu tepat di belakangnya di urutan ke-16.
Meski demikian, tampilan motor keduanya tetap menjadi salah satu sorotan utama akhir pekan balap di Mugello. (*)











