Marco Bezzecchi Ukir Sejarah di MotoGP, Samai Rekor Valentino Rossi dan Marc Marquez
Aprilia Racing dominasi MotoGP Austin, Marco Bezzecchi cetak 5 kemenangan beruntun dan pecahkan rekor, finis 1-2 bersama Jorge Martín.

Dominasi Aprilia Racing kembali berlanjut dalam seri MotoGP di Circuit of the Americas, akhir pekan ini. Tim asal Italia tersebut sukses mengunci finis satu-dua secara beruntun, sekaligus menorehkan sejarah baru di ajang balap motor paling bergengsi dunia.
Pembalap andalan mereka, Marco Bezzecchi, tampil luar biasa meski harus memulai balapan dari posisi keempat akibat penalti di sesi kualifikasi. Bahkan, insiden kontak di lap pertama yang merusak bagian sayap belakang motornya tak mampu menghentikan performa impresifnya.
Bezzecchi langsung mengambil alih posisi terdepan di akhir lap pertama dan mempertahankannya hingga garis finis. Kemenangan ini menjadi yang kelima secara beruntun, menyamai torehan legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez di era modern MotoGP.
Rekor Beruntun dan Dominasi Tanpa Tanding
Tak hanya itu, kemenangan ini juga menjadi yang keenam bagi Bezzecchi bersama Aprilia di kelas utama. Ia bahkan mencatatkan sejarah sebagai pembalap pertama yang mampu menyapu bersih tiga seri pembuka dalam satu musim sejak 2014.
Lebih impresif lagi, Bezzecchi menjadi pembalap pertama di era modern yang memenangkan lima balapan Grand Prix berturut-turut dengan selalu memimpin sejak lap pertama hingga finis. Dalam lima balapan terakhir, ia bahkan tidak pernah kehilangan posisi terdepan. "Balapan hari ini sangat penting. Saya sangat senang dan bangga. Sirkuit ini selalu saya sukai, dan akhirnya saya bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Total lap yang dipimpin Bezzecchi kini mencapai 121 lap, melampaui rekor sebelumnya milik Jorge Lorenzo yang mencatatkan 103 lap.

Jorge Martín Lengkapi Dominasi Aprilia
Sementara itu, rekan setimnya, Jorge Martín, berhasil finis di posisi kedua setelah tampil konsisten sepanjang balapan. Hasil ini menjadi podium keduanya secara beruntun bersama Aprilia di balapan utama.
Sebelumnya, Martín juga berhasil meraih kemenangan pada sprint race, menjadikan akhir pekan di Austin sebagai salah satu performa terbaiknya musim ini. “Marco tampil luar biasa. Saya sudah memberikan segalanya, tapi secara fisik saya terlalu memaksakan diri di akhir balapan,” kata Martín.
Sejarah Baru Aprilia di MotoGP
Hasil ini menandai kemenangan ke-11 Aprilia di kelas utama MotoGP, sekaligus kemenangan kedua mereka di Austin setelah sebelumnya diraih oleh Maverick Viñales pada 2024.
Selain itu, Aprilia juga mencatatkan finis satu-dua ketiga dalam sejarah tim di kelas utama, dan untuk pertama kalinya berhasil meraih dua kali finis satu-dua secara beruntun.
Secara keseluruhan, pabrikan asal Noale ini kini telah mengoleksi 305 kemenangan di ajang World Grand Prix Motorcycle Racing. Bos tim Aprilia, Massimo Rivola, menyebut hasil ini sebagai momen bersejarah, namun tetap mengingatkan tim untuk tidak cepat puas.
“Hasil ini luar biasa, tapi kami harus terus berkembang. Ini menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan performa ke depan,” ujarnya. (*)







_2026_6xa4.webp)


