Toprak Menjadi Tampuk Uji Yamaha 850cc di Sirkuit Brno
Sesaat setelah bendera finish GP Ceko dikibarkan pria asal Turki ini akan jadi satu-satunya penguji Yamaha 850cc di Sirkuit Brno.

OTORIDER – Yamaha mengeluarkan keputusan cukup radikal dalam pengujian motor prototipe mereka yang berkapasitas 850cc.
Tim pabrikan asal Iwata itu, mempercayakan pada Toprak Ratzgatlioglu, pembalap aktif yang ditunjuk agar menguji motor yang akan mereka gunakan pada musim 2027 mendatang.
Tentunya rider Yamaha lainnya, sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam paddock, di mana Fabio Quartararo dan Alex Rins bersiap melangkah keluar pabrikan Garpu Tala, begitu pun Jack Miller yang berada ‘di persimpangan’.
Toprak menjadi tampuk uji yang cukup berat memanggul mandat uji coba motor prototipe dari Yamaha, ia ditemani oleh pembalap penguji, Augusto Fernandez.
Berdasarkan historisnya, pabrikan Garpu Tala selalu mengandalkan barisan pembalap veteran MotoGP yang sarat pengalaman untuk mengembangkan perangkat keras mereka.
Namun, kali ini eksodus rider utama serta kebutuhan mendesak untuk segera bangkit memaksa tim mengubah strategi secara total.
Tetapi Toprak bukanlah rider kacangan. Ia datang sebagai Juara Dunia WorldSBK tiga kali dengan sarat pengalaman tentang ban Pirelli, serta diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pengembangan Yamaha YZR-M1.
Ban Pirelli seolah menjadi Cinta Lama Bersemi Kembali, karena sepanjang karirnya di WorldSBK, Toprak selalu menggunakan ban tersebut dan ‘kenyang’ dengan karakter si karet bundar asal Pabrikan di Italia itu.
Pengalaman mendalam Toprak dengan ban Pirelli diharapkan menjadi formula rahasia yang membantu Yamaha menerjemahkan data performa dari sirkuit tes langsung ke pembacaan motor yang lebih akurat untuk regulasi baru mendatang, seperti dilansir GPOne.
Pihak tim mengonfirmasi bahwa mereka menaruh kepercayaan secara penuh kepada Toprak Ratzgatlioglu dan Augusto Fernandez untuk mendorong pengembangan M1 versi masa mendatang ini.
Tentunnya pengujian di Brno ini bukanlah hanya pengujian masalah teknis, namun bagaimana gaya agresif Toprak sanggup mengeliminasi jarak dengan pembalap pabrikan rival yang memimpin saat ini. (*)











