Toprak Razgatlioglu Akui Adaptasi di MotoGP Lebih Sulit dari yang Dibayangkan
Toprak Razgatlioglu yang juga juara dunia Superbike World Championship itu sebelumnya datang ke MotoGP dengan ekspektasi tinggi dari penggemar.

OTORIDER – Debut MotoGP 2026 tidak berjalan mudah bagi pembalap asal Turki, Toprak Razgatlioglu. Rider yang bergabung dengan tim Prima Pramac Yamaha tersebut mengaku menghadapi banyak tantangan saat pertama kali tampil di kelas utama balap motor dunia.
Eks juara dunia Superbike World Championship itu sebelumnya datang ke MotoGP dengan ekspektasi tinggi dari penggemar. Namanya dikenal memiliki kemampuan pengereman agresif dan adaptasi cepat ketika berpindah tim di ajang Superbike.
Namun kenyataannya, proses adaptasi ke MotoGP jauh lebih kompleks dari yang ia bayangkan.
Pada seri pembuka di Thailand, performa Razgatlioglu masih jauh dari ideal. Ia hanya mampu finis di posisi ke-17 dengan selisih sekitar 39 detik dari pembalap terdepan.

Razgatlioglu mengakui bahwa perbedaan karakter motor MotoGP membuatnya harus mempelajari banyak hal dari awal.
“Saat saya beralih ke BMW di WorldSBK, rasanya tidak sama seperti sekarang di MotoGP. Semuanya terasa sangat berbeda ketika pindah ke MotoGP,” ujar Razgatlioglu.
Perbedaan Motor Jadi Tantangan Besar
Motor prototipe MotoGP memang memiliki karakter yang jauh berbeda dibandingkan motor berbasis produksi di Superbike. Perubahan tersebut meliputi teknologi mesin, aerodinamika, hingga elektronik yang lebih kompleks.
Selain itu, Razgatlioglu juga harus beradaptasi dengan penggunaan ban Michelin yang memiliki karakter berbeda dari yang biasa ia gunakan di Superbike. Hal ini membuatnya belum sepenuhnya percaya diri saat memaksimalkan performa di tikungan.
Kondisi tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih menantang bagi pembalap yang dikenal dengan gaya pengereman ekstrem itu.
Musim Debut Jadi Fase Belajar
Razgatlioglu sendiri bergabung dengan tim Prima Pramac Yamaha untuk musim MotoGP 2026 setelah sebelumnya meraih kesuksesan besar di ajang Superbike. Langkah ini menjadi tantangan baru dalam kariernya sebagai pembalap profesional.
Meski menghadapi kesulitan di awal musim, pembalap berusia 29 tahun tersebut diyakini masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Banyak pihak menilai musim pertamanya di MotoGP akan menjadi fase pembelajaran sebelum mampu bersaing lebih kompetitif di papan tengah bahkan depan.
Dengan bakat dan pengalaman yang dimilikinya, perjalanan Razgatlioglu di MotoGP diperkirakan masih akan menarik untuk diikuti sepanjang musim 2026. (*)










