Berkendara Tak Nyaman Bisa Karena Tekanan Angin Ban
Disangka komponen suspensi bermasalah, sebaiknya dicek dulu dari yang paling mudah.

OTORIDER – Hari Senin, saatnya menggunakan motor untuk ke kantor, namun ada kejanggalan yang dirasakan Hari, warga Bekasi, saat di perjalanan menuju tempat kerjanya.
“Setang terasa geradakan, tidak tenang seperti biasanya, tunggangan seperti ajrut-ajrutan juga,” keluhnya.
Sepulang dari tempat kerjanya ia pun memikirkan hal itu, namun ia berprasangka pada komponen suspensi motor andalannya yang bermasalah.
Diperiksa oleh temannya yang cukup mengerti kondisi motor, dibilang suspense tak bermasalah, sokbreker di depan maupun di belakang masih dalam kondisi baik dan terpasang sempurna, tidak terlalu kencang baut pengikatnya.
Sampai ia melihat orang mengisi angin ban pada sebuah SPBU, ia pun tergelitik untuk ikut memeriksa tekanan angin ban motornya. Ternyata tekanan anginnya tinggi, lebih dari 38 psi masing-masing ban!
“Tekanan angin ban pada motor dengan ban standar, biasanya ditulis pada stiker di motor, ikuti saja petunjuknya, agar nyaman,” terang Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development, PT Gadjah Tunggal Tbk, produsen ban IRC dan GT Radial, dalam sebuah kesempatan.
Jadi, motor dengan ban yang terlalu keras tekanan anginnya tentu akan terasa tidak nyaman dikendarai. Seolah-olah sangat ‘sensitif’ dengan kondisi permukaan jalan. (*)










