Bermotor Kala Berpuasa, Asupan Sahur Jadi Kunci Utama
Kondisi pola makan dan aktivitas berubah saat berpuasa, dapat mengurangi daya konsentrasi saat berkendara. Karenanya perlu diatur agar kondisi badan segar.

OTORIDER – Memasuki bulan Ramadhan, sebagian besar umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa.
Tentunya, hal ini akan berpengaruh pada pola hidup, seperti bangun dini hari untuk sahur, lantas beraktivitas tanpa makan dan minum, hingga berbuka pada waktu maghrib.
Tetapi segala kegiatan pun harus menyesuaikan, bukan? Termasuk orang yang sehari-hari menggunakan motor untuk menunjang aktivitasnya.
“Perlu disadari bahwa tingkat konsentrasi dapat menurun, ketika seseorang sedang berpuasa,” tutur Catur Wibowo, Senior Instructor, ORD Rekacipta Dinamika, Lembaga defensive driving nasional.
Lemas, Pusing, bahkan mudah mengantuk di perjalanan adalah gejala yang kerap timbul ketika berpuasa. Karenanya pengendara wajib menyadari hal itu dan mampu mengantisipasinya agar perjalanan berlangsung selamat.
Ada beberapa hal yang kerap disarankan, ketika berkendara saat berpuasa. Yaitu, tetap menjaga konsentrasi, dengan melakukan perjalanan pada ‘Jam Awas’ atau saat konsentrasi masih mudah didapat, semisal saat setelah istirahat yang cukup.
“Setelah sahur dan sholat subuh, usahakan istiraha yang cukup, semisal melanjutkan tidur beberapa saat, ketika akan berkendara agak jauh,” kata lelaki dua orang putra itu.
Setelah itu, mandi dan badan merasa segar, barulah melakukan perjalanan, hingga setiap tiga atau empat jam, beristirahat, seperti biasanya.
Saat beristirahat, tenangkan badan dan pikiran, agar ketika berkendara kembali tingkat konsentrasinya tetap terjaga.
Sebaiknya tidak terlalu lama, agar badan tidak mengantuk sehingga malah mengganggu konsentrasi pada perjalanan berikutnya.
Memilih rute juga bisa dilakukan, agar mampu mendukung konsentrasi saat berkendara, misalnya memilih rute dengan kondisi jalan bervariatif, lebih diutamakan ketimbang hanya jalan lurus saja.
Begitu juga dengan menghindari rute yang sama dengan yang dilalui kendaraan angkut yang besar-besar, seperti truk tronton atau bus.
Ketika saat di perjalanan sempat berbuka di waktu maghrib, usahakan tidak makan terlalu kenyang, yang menyebabkan mudah mengantuk, makan dan minum secukupnya, agar badan terasa nyaman.
Dengan melakukan berbagai kiat tadi, diharapkan pemotor dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman meskipun sedang berpuasa. (*)










