Harga Komponen Melonjak, Waspadai Maraknya Oli Palsu dan Aki Kedaluwarsa
Banyak klnsumen yang pilih oli murah, ternyata palsu. Padahal penggunaan oli palsu dapat berdampak pada performa dan umur pakai mesin.

OTORIDER — Kenaikan harga komponen sepeda motor akibat pelemahan rupiah berpotensi memicu maraknya peredaran produk tidak resmi di pasaran.
Pemilik bengkel JDM Project, Joddy Ario, mengingatkan konsumen untuk lebih waspada terhadap oli palsu maupun aki yang sudah lama tersimpan di gudang.
Menurut Joddy, oli palsu berpotensi semakin mudah ditemukan ketika harga pelumas asli terus mengalami kenaikan.
"Oli palsu akan makin marak. Waspadai penggunaannya dengan membeli langsung di toko terpercaya. Hindari beli online yang menawarkan harga terlalu murah. Ini patut dicurigai," ujarnya kepada Otorider.
Ia menjelaskan, konsumen kerap tergiur harga yang jauh di bawah pasaran tanpa memperhatikan asal-usul produk yang dibeli. Padahal penggunaan oli palsu dapat berdampak pada performa dan umur pakai mesin.
Selain oli, Joddy juga menyoroti risiko pembelian aki secara daring. Menurutnya, masalah yang kerap ditemukan bukan hanya kemungkinan barang palsu, melainkan juga kondisi aki yang sudah terlalu lama disimpan.
"Bukan cuma oli, aki pun demikian. Di aki, masalahnya berbeda. Selain kemungkinan palsu, bisa jadi aki yang dijual sudah mau expired," kata pemili.
Ia mengaku pernah menemukan kasus konsumen yang membeli aki baru secara online, namun performanya langsung menurun dalam waktu singkat.
"Ada kasus, konsumen beli online kondisi baru, tapi stok lama. Baru dipakai dua hari, aki drop karena daya yang tersimpan sudah jauh berbeda," ujar Joddy.
Karena itu, ia menyarankan konsumen membeli aki maupun oli dari toko resmi atau bengkel terpercaya yang memiliki perputaran stok cepat sehingga kualitas produk lebih terjamin.
Dengan meningkatnya harga komponen, Joddy menilai kewaspadaan konsumen menjadi semakin penting agar tidak mengalami kerugian akibat produk palsu maupun barang yang kualitasnya sudah menurun. (*)











