Motor Listrik Tak Akan Mogok Lewat Banjir, Tetapi Sesudahnya Jadi Begini
Karat dapat timbul saat kondisi motor sudah kering setelah melewati banjir.

OTORIDER – Banyak yang ragu, ketika motor listrik melewati banjir akan menghadapi masalah.
“Nanti takut kesetrum!” ungkap banyak orang. Tetapi, bukan di situ masalah utamanya, meski disebut listrik, tetapi sebenarnya motor atau dinamonya bergerak berdasarkan dari baterai (arus lemah) dan tidak akan menyetrum saat terkena air.
Namun, sebenarnya ada hal yang perlu diperhatikan ketika pengguna terpaksa melewati genangan air.
“Pertama pastikan kondisi seal debu dalam keadaan baik, agar air tidak merembes masuk ke dalam dinamo,” ungkap Adi Siswanto dari ByVolt EV bengkel motor listrik di kawasan Ujung Aspal, Pondok Gede, Jakarta Timur.
Kemudian sebagai pengguna juga harus memperhatikan kondisi bearing. “Sebaiknya mengganti bearing di bawah setahun sekali,” kata Adi. Hal itu pun mampu mencegah terjadinya rembesan air masuk dinamo.

Sementara hal ketiga yang penting adalah pembersihan. “Kalau sudah telat ganti bearing pasti ada rembesan air ke dalam yang lama ke lamaan jadi jamur bahkan karat. Efeknya nanti hall sensor mati magnetnya melemah, tenaga ilang dan bisa sampai seret tidak bisa berputar,” jelasnya, saat dihubungi Otorider.
Namun jika terjadi masalah pada motor hub, Adi menyatakan bahwa biayanya sekitar Rp 250-500 ribu. “Tergantung kondisinya,” katanya.
Jadi, jika dapat melakuan hal-hal tadi, tentunya pengguna motor listrik tidak perlu khawatir akan mengalami kendala, karena kondisi dinamonya terawat dengan baik. (*)











