Tak Perlu Ragu Beralih Ke Motor Listrik, Ini Alasannya
Seiring naiknya BBM, motor listrik bertambah calon penggunanya.

OTORIDER – Sejak kehadiran motor listrik di tanah air, banyak pengguna motor konvensional hanya memandang sebelah mata kepada motor listrik tersebut.
“Saya sih belum akan beralih ke motor listrik, masih ribet kayanya,” terang Johan, warga Ciputat, Tangerang Selatan, pengguna Honda Vario 2019.
Banyak yang sependapat dengan karyawan swasta tersebut, terlebih ketika subsidi pemerintah dicabut, bagi pembeli motor listrik baru.
Namun, menurut Ady Siswanto, dari Dyvolt EV di kawasan Pondok Gede, bahwa motor listrik saat ini sudah berbeda dengan yang dulu.
“Kini jarak tempuhnya bisa di atas 80 km, bahkan lebih dari 100 km, sehingga boleh dibilang bisa menggantikan peran motor konvensional dalam penggunaan sehari-hari,” kata lelaki yang sudah mengotak-atik motor listrik sejak 2019 itu.
Pengguna pun tak perlu terlalu banyak melakukan berbagai hal dalam perawatannya. “Yang penting tidak digunakan menerobos banjir, jika terpaksa setelahnya dibawa servis saja, terutama pada yang menggunakan motor hub,” katanya.
Selain itu perawatan bisa dilakukan tiap 3 bulan sekali seperti pemeriksaan sil dan bearing motor listriknya, pemeriksaan dan perawatan kabel2 serta komponen pengereman dan suspensi.
Jadi, tidak jauh berbeda dengan motor konvensional (Internal Combustion Engine), tetapi beberapa bagian seperti dinamo, baterai dan controller diperhatikan.
Lainnya, seperti ingin menggunakan aksesoris pun bisa dilakukan, bahkan untuk perangkat aksesoris yang menggunakan listrik, nanti ditambahkan komponen ‘step down’ untuk komponen aksesoris tersebut.
Jadi tak perlu ragu untuk beralih ke motor listrik, bukan? (*)











