Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Jangan Asal Murah, Ini Bahayanya Penggunaan Ban Daur Ulang

Dipublikasikan : Jumat, 15 November 2024 13:02
Penulis : Ilham Pratama

Jika Anda membuka situs jual beli online, atau tengah melintas di jalanan mungkin kerap terlihat penjual yang menawarkan ban dengan banderol miring.

Ilustrasi ban daur ulang/Foto: Ilham
Ilustrasi ban daur ulang/Foto: Ilham

OTORIDER - Jika Anda membuka situs jual beli online, atau tengah melintas di jalanan mungkin kerap terlihat penjual yang menawarkan ban dengan banderol miring.

Harganya di rentang Rp 30-50 ribuan saja untuk jenis matik. Kembangan ban pun terlihat masih tebal dan kerap terbungkus plastik layaknya ban baru. Pedagang di pinggir jalan biasanya membawa embel-embel diskon pabrik dalam menjajakannya.

Namun jangan salah, ban tersebut merupakan hasil daur ulang berjenis fullpress atau vulkanisir. Caranya dengan melapis ulang bagian tapak hingga ke sisi ban agar kompon terlihat masih tebal. Lalu apakah ini aman digunakan?

Instruktur & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menyatakan jika ban vulkanisir sebenarnya aman dipakai, tapi bukan untuk kendaraan ringan seperti motor.

"Ban vulkanisir sebetulnya aman-aman saja, tetapi perlu dipahami ini berlaku untuk kendaraan jenis truk dan pesawat. Di mana produsen ban pun memang merancang ban tersebut untuk dapat divulkanisir agar mampu mereduksi biaya. Tapi untuk sepeda motor, justru tidak direkomendasikan," ucapnya saat Otorider hubungi, Kamis (14/11).

Hal ini terkait dengan standarisasi dan kualitas ban motor vulkanisir yang tidak memenuhi persyaratannya. Sebab bisa saja prosesnya masih manual, tanpa adanya pengawasan baik dari segi bahan pelapis hingga kualitasnya tidak sesuai standar.

"Jika produknya masih home made, maka tidak bisa memenuhi standar kualitas (ban baru) dan aspek safety ini yang berbahaya," tambah Jusri.

Beberapa potensi bahaya pun bisa terjadi jika menggunakan ban jenis vulkanisir ini. Terutama dari segi traksi yang berpotensi membuat motor tergelincir saat dipakai. 

"Ban yang sumbernya bekas, karet-karetnya sudah mati atau kadaluarsa. Karet-karet itu tidak memenuhi kualitas standar ban, karena tidak memberi traksi yang baik," wanti pria ramah ini.

Selain traksi, ban juga harus dapat menghasilkan ketahan panas antara komponen itu sendiri dan permukaan jalan. Jika tidak, ban berpotensi pecah saat melintas di aspal panas.

Selain itu, proses vulkanisir juga membutuhkan jenis lem khusus yang merekatkan bagian ban bekas dan lapisan barunya. Saat pengelemannya tidak sesuai standar, maka lapisan luar ban bisa mudah mengelupas dan membahayakan baik pengendara dan pengguna jalan lain saat berkendara.

Ban Batik Ulang

Selain vulkanisir, daur ulang ban juga biasanya dilakukan dengan 'dibatik' atau dengan mengukir lagi alur ban yang seharusnya sudah habis menjadi tebal kembali. Ini pun disebut oleh Jusri sebagai langkah yang berbahaya.

"Ban dibatik itu tidak aman. Karena sebenarnya sudah tipis permukaannya dibatik lagi agar tebal. Lagi-lagi ini berkaitan dengan traksi. Jika digunakan, nantinya jarak pengereman jauh. Dari segi kualitas dan ketahanan rendah. Sehinga ujung-ujungnya pengguna kendaraan terancam keselamatannya. Jadi jangan hanya bagus covernya saja," urai Jusri. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#2

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#3

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

#4

Triumph Siap Jual Moge Entry Level 400 Cc di Indonesia

#5

Sparepart Asli Honda Makin Diminati, WMS Bukukan Penjualan Rp 511 Miliar

Terbaru

Sport| 4 jam yang lalu

Sempat Tercepat Namun Quartararo Cidera dan Yamaha Tunda Tes

Yamaha tidak turun di hari kedua Tes MotoGP Sepang karena kendala teknis di hari Selasa.

Sport| 4 jam yang lalu

Ducati Luncurkan Corak Baru Tim WorldSBK 2026

Tim Ducati secara resmi telah memperkenalkan corak baru dan susunan pembalap mereka menjelang musim Kejuaraan Dunia Superbike MOTUL FIM 2026.

Berita| 6 jam yang lalu

Update Harga Honda Scoopy Februari 2026, Mulai Rp 22,8 Jutaan

Simak harga Honda Scoopy terbaru Februari 2026. Skutik retro modern ini hadir dengan mesin 110 cc eSP irit dan pilihan varian terbaru.

Berita| 20 jam yang lalu

Bakal Hadir di IIMS 2026, Begini Uniknya Moge Benda LFC700

Salah satu model yang akan diboyong adalah Benda LFC 700, motor berkapasitas besar dengan tampilan bobber yang unik.

Motor Listrik| 22 jam yang lalu

Desain Modern dan Fitur Canggih, Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z

Polytron FOX 350 sukses menjadi motor listrik pilihan Generasi Z setelah memenangkan Youth Choice Award 2026. Desain stylish dan fitur urban jadi daya tarik utama.

Beranda Trending Motor Listrik