Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Jangan Asal Rem, Ini Etika Mengerem Sepeda Motor demi Keselamatan

Dipublikasikan : Rabu, 24 Desember 2025 13:11

Kita perlu mengetahui pentingnya etika mengerem sepeda motor demi keselamatan berkendara. Pahami teknik pengereman yang aman dan bertanggung jawab.

Mengendarai motor di Perkotaan (Foto :Wahana Honda)
Mengendarai motor di Perkotaan (Foto :Wahana Honda)

OTORIDER - Cara mengerem sepeda motor merupakan salah satu aspek paling krusial dalam keselamatan berkendara, namun masih kerap dianggap sepele oleh sebagian pengendara. Banyak pengendara merasa sudah mahir menarik tuas rem, tetapi belum tentu memahami etika pengereman yang aman dan bertanggung jawab, terutama di tengah lalu lintas perkotaan.

Etika Mengerem Berperan Penting Cegah Kecelakaan

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan bahwa pengereman memiliki peran besar dalam mencegah kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah dengan kepadatan tinggi.

“Di lalu lintas padat seperti Jakarta, pengereman punya peran sangat besar dalam mencegah kecelakaan. Cara kita mengerem bisa berdampak langsung pada keselamatan diri sendiri dan pengendara lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi terkait etika pengereman perlu terus dilakukan agar pengendara tidak hanya fokus pada kecepatan dan keterampilan, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab saat berada di jalan raya.

Tiga Etika Mengerem Sepeda Motor yang Wajib Diperhatikan

Untuk menghadapi karakter lalu lintas Jakarta–Tangerang yang padat, sering berhenti mendadak, dan penuh kejutan, Tim Safety Riding Promotion WMS membagikan tiga etika utama dalam melakukan pengereman sepeda motor.

1. Antisipasi Situasi dan Jaga Jarak Aman

Etika mengerem dimulai sebelum tuas rem ditarik, yakni dengan kemampuan membaca kondisi lalu lintas serta menjaga jarak aman. Di jalan perkotaan, perubahan situasi dapat terjadi sangat cepat, mulai dari kendaraan yang tiba-tiba berhenti, pejalan kaki menyeberang, hingga pengendara lain yang berpindah lajur secara mendadak.

Dengan jarak aman yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk mengerem secara bertahap dan terkontrol, sehingga risiko kehilangan keseimbangan atau ditabrak dari belakang dapat diminimalkan.

2. Gunakan Teknik Pengereman yang Seimbang

Etika berikutnya adalah menerapkan teknik pengereman yang benar dengan menggunakan rem depan dan belakang secara seimbang. Mengandalkan satu rem atau menarik rem secara kasar karena panik justru dapat membahayakan keselamatan.

Teknik pengereman yang tepat membantu menjaga stabilitas sepeda motor, terutama saat melintasi kondisi jalan licin akibat hujan, marka jalan, atau permukaan jalan yang tidak rata.

3. Perhatikan Keselamatan Pengguna Jalan Lain

Etika mengerem juga berkaitan dengan sikap pengendara di jalan raya. Pengereman mendadak tanpa alasan jelas dapat mengejutkan pengendara di belakang dan berpotensi memicu kecelakaan beruntun.

Oleh karena itu, pengendara perlu selalu memperhatikan spion, membaca pergerakan kendaraan di sekitar, serta menghindari sikap egois seperti memotong jalur lalu langsung mengerem. Saling menghargai dan memberi ruang menjadi kunci keselamatan bersama di lalu lintas yang heterogen.

Etika Mengerem Sejalan dengan Semangat 

Penerapan etika mengerem yang baik, di mana keselamatan berkendara menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya individu. “Pengereman yang baik dan benar harus dilakukan dengan tenang, bertahap, serta menggunakan kombinasi rem depan dan belakang. Dengan teknik yang tepat, pengendara tetap bisa mengendalikan motor meskipun harus berhenti mendadak,” jelas Agus Sani.

Dengan memahami dan menerapkan etika mengerem yang baik, pengendara sepeda motor diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Karena pada akhirnya, keselamatan bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling peduli. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Update Harga Yamaha Nmax Turbo dan Tech Max Februari 2026, Ini Daftarnya

#2

Masuk Segmen Entry-Level Premium, Triumph Lepas Speed 400 Rp 158,4 Juta

#3

Update Harga Honda Scoopy Februari 2026, Mulai Rp 22,8 Jutaan

#4

Toprak Marah dan Kehilangan Motivasi Setelah Tes Sepang

#5

Tahun 2026 Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu ke Samsat, Cukup Pakai Aplikasi SIGNAL

Terbaru

Berita| 40 menit yang lalu

IIMS 2026: Beli United TX1800 Gratis Langsung Motor Listrik Avand SC121

United E-Motor menghadirkan promo Buy One Get One Free di IIMS 2026. Beli motor listrik TX1800 seharga Rp33,5 juta gratis Avand SC121, berlaku selama pameran.

Berita| 2 jam yang lalu

Deretan Motor Baru Meluncur di IIMS 2026, Ada Motor Listrik, Scrambler, hingga Big Bike

IIMS 2026 diramaikan peluncuran motor dan skuter listrik terbaru dari Indomobil eMotor, Royal Enfield, QJMotor, Alva, Yamaha, Benelli, Triumph, hingga KTM.

Berita| 2 jam yang lalu

Akhir Pekan Seru di IIMS 2026 : Atraksi Spektakuler, Promo dan Konser

Atmosfer pameran semakin terasa sebagai destinasi akhir pekan keluarga.

Berita| 15 jam yang lalu

Ini Solusi Visor Helm Anti Air dan Embun Saat Hujan

Cargloss menghadirkan produk perawatan helm Anti Fog dan Water Repellant di IIMS 2026. Visor helm jadi anti embun dan anti air, harga promo mulai Rp 6.000.

Sport| 16 jam yang lalu

Hasil Akhir Tes Sepang 2026, Alex Marquez Tercepat

Pemenang Grand Prix Malaysia 2025, Alex Marquez dari Gresini Racing mempertahankan posisinya sebagai pemegang puncak catatan waktu tes Sepang.

Beranda Trending Motor Listrik